Rupiah Bangkit! Dibuka Rp17.873 per Dolar AS, Kembali Jauhi Level Rp18 Ribu
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.873 per dolar AS. Penguatan tersebut membawa rupiah sedikit menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp17.877 per dolar AS.
Sementara itu, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai sentimen rupiah dipengaruhi rilis Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan.
“Secara bulanan, PPI meningkat menjadi 0,0 persen MoM (month on month) dari -0,1 persen MoM, namun berada di bawah konsensus sebesar 0,2 persen MoM,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Secara tahunan, PPI melandai menjadi 4,7 persen year on year (yoy) dari 5,5 persen yoy, juga lebih rendah dari ekspektasi sebesar 4,9 persen yoy.
Data PPI yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan bahwa tekanan inflasi yang berasal dari energi terus mereda, sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.
“Berdasarkan FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada September 2026 turun menjadi 34,8 persen,” ungkap Josua.
Melihat sentimen domestik, investor tengah fokus investor terhadap pidato Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan pengumuman Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar akan bergerak dalam kisaran Rp17.825-Rp17.950 per dolar AS.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
