Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jika terus meluas, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karhutla yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026) masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan penyebaran api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan vegetasi berupa tanaman sawit, semak belukar, dan pakis.

“Api masih belum padam sepenuhnya. Tim masih terus melakukan pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara dengan dukungan water bombing,” kata Anari, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7 hektare. Luas keseluruhan kawasan yang terdampak masih dalam proses perhitungan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan masyarakat yang memiliki aktivitas perkebunan, termasuk tanaman sawit.

Jika kebakaran meluas dan berlangsung lama, dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lahan. Rantai ekonomi masyarakat juga berpotensi ikut terganggu, mulai dari petani, pekerja kebun, pedagang hingga pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas ekonomi di sekitar wilayah terdampak.

Bagi pelaku UMKM, gangguan aktivitas masyarakat dapat berpengaruh terhadap jumlah pembeli dan perputaran omzet. Kondisi udara yang dipenuhi asap juga berpotensi membuat masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Situasi tersebut dapat menjadi tekanan tambahan bagi usaha kecil yang mengandalkan transaksi harian, seperti warung makan, pedagang kelontong, pedagang kaki lima dan usaha jasa.

Anari mengatakan karakteristik tanah yang didominasi gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Tim terlebih dahulu melakukan pemantauan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan sebaran titik api. Setelah itu, personel bergerak melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang masih terbakar.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain minimnya sumber air, akses jalan yang terbatas dan kondisi angin yang cukup kencang.

“Angin di lokasi cukup kencang sehingga api cepat sekali menyebar. Karena itu, kami melakukan penyekatan dari beberapa sisi agar pergerakan api bisa dikendalikan,” ujar Anari.

Karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau perlu menjadi perhatian tidak hanya dari sisi penanganan bencana, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Sungai Gelam merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas perkebunan dan ekonomi masyarakat. Pergerakan ekonomi tersebut juga menopang berbagai usaha kecil yang berada di sekitar permukiman dan kawasan perkebunan.

Karena itu, semakin lama Karhutla berlangsung, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak meluas.

Selain pemadaman, perlindungan terhadap masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil juga penting diperhatikan, terutama apabila asap mulai mengganggu aktivitas warga dalam beberapa hari ke depan.

Bagi pelaku UMKM, keberlangsungan aktivitas ekonomi sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang aman dan aktivitas masyarakat yang tetap berjalan.

Dengan api yang masih dalam proses pemadaman, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru.

Penanganan cepat Karhutla di Sungai Gelam diharapkan tidak hanya mencegah kerusakan lingkungan semakin luas, tetapi juga menjaga roda ekonomi masyarakat dan UMKM tetap bergerak.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengusung Konsep Fast Food Sehat, Pure.jbi di JBC Ajak Masyarakat Jambi Terapkan Lifestyle Tanpa “Siksaan”

    Mengusung Konsep Fast Food Sehat, Pure.jbi di JBC Ajak Masyarakat Jambi Terapkan Lifestyle Tanpa “Siksaan”

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjaga pola makan sehat sering kali diidentikkan dengan makanan yang hambar, mahal, atau porsi yang menyiksa. Menjawab tantangan tersebut, Pure.jbi hadir di area Jambi Business Center (JBC) dengan membawa konsep healthy bar bergaya fast food sehat. Usaha kuliner ini menawarkan beragam pilihan menu siap saji yang ramah diet, mulai dari slim toast berbasis […]

  • Wamendag Roro Jajaki Peningkatan Perdagangan Indonesia–Turki lewat IT-PTA, Dorong Ekspor RI

    Wamendag Roro Jajaki Peningkatan Perdagangan Indonesia–Turki lewat IT-PTA, Dorong Ekspor RI

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag RI) Dyah Roro Esti Widya Putri menjajaki peluang penguatan hubungan dagang Indonesia dan Turki melalui Indonesia–Turkiye Preferential Trade Agreement (IT-PTA). Langkah ini dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Turki, Mustafa Tuzcu, di Kairo, Mesir, Selasa (2/12/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di sela rangkaian The 4th Meeting of […]

  • Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan signifikan pada Senin (12/1/2026). Sementara itu, mayoritas bahan pokok lainnya terpantau stabil, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Harga cabai merah besar tercatat naik 20 persen menjadi Rp 25.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah kecil […]

  • Jambi Chess Candidate Tournament Jadi Seleksi Kejurnas 2026, Percasi Tetapkan Sistem Berbasis Rating Provinsi

    Jambi Chess Candidate Tournament Jadi Seleksi Kejurnas 2026, Percasi Tetapkan Sistem Berbasis Rating Provinsi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi mulai menerapkan pola seleksi ketat melalui Jambi Chess Candidate Tournament untuk menjaring atlet terbaik menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 di Banten. Turnamen ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan pecatur terbaik dari berbagai daerah di Jambi. Setiap pertandingan tidak hanya menguji kemampuan teknik, tetapi juga […]

  • Rumah Makin Terjangkau! Skema KPR 40 Tahun Tekan Cicilan ke Rp700 Ribuan

    Rumah Makin Terjangkau! Skema KPR 40 Tahun Tekan Cicilan ke Rp700 Ribuan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah asosiasi pengembang perumahan memberikan dukungan penuh terhadap skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun. Kebijakan ini dinilai strategis untuk memperluas akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki hunian layak sekaligus menekan angka backlog perumahan nasional. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto, menyatakan bahwa […]

  • Parkinson dan Teknologi Nanobubble: Potensi Mendukung Fungsi Saraf dan Kualitas Hidup

    Parkinson dan Teknologi Nanobubble: Potensi Mendukung Fungsi Saraf dan Kualitas Hidup

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyakit Parkinson merupakan salah satu gangguan neurodegeneratif yang paling sering dialami oleh lansia. Penyakit ini identik dengan gejala seperti tremor, kekakuan otot, gerakan melambat (bradikinesia), hingga gangguan keseimbangan. Namun, Parkinson sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar gangguan motorik. Penyakit ini terjadi akibat menurunnya jumlah neuron penghasil dopamin di area otak bernama substantia nigra, […]

expand_less