Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

Investor Asal Jambi Djoni Masih Kuasai 525 Juta Saham MINA, Nilai Kepemilikan Tembus Rp143 Miliar

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih mencatatkan nama investor asal Jambi, Djoni, sebagai salah satu pemegang saham utama perusahaan hingga akhir 2025. Berdasarkan data komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025, Djoni menguasai 525 juta lembar saham atau setara 5,33 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dengan harga saham MINA yang berada di level Rp274 per saham pada perdagangan Jumat (31/7/2026) pukul 09.18 WIB, nilai pasar kepemilikan Djoni diperkirakan mencapai sekitar Rp143,85 miliar.

Posisi tersebut menempatkan Djoni sebagai pemegang saham terbesar ketiga setelah PT Tirta Orisa Yasa yang menguasai 30,48 persen saham dan Hapsoro dengan kepemilikan 19,68 persen.

Keberadaan Djoni sebagai investor asal Jambi di perusahaan terbuka menjadi perhatian tersendiri. Di tengah belum adanya emiten yang berasal dari Provinsi Jambi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nama Djoni justru tercatat sebagai salah satu pemegang saham signifikan di perusahaan publik.

PT Sanurhasta Mitra Tbk sendiri bergerak di sektor barang konsumen bukan primer, khususnya industri pariwisata dan rekreasi. Perseroan dikenal sebagai pengembang kawasan wisata dan pemilik vila mewah The Santai di Seminyak, Bali, melalui anak usahanya PT Minna Padi Resorts.

Pada perdagangan Jumat pagi, saham MINA diperdagangkan di harga Rp274 atau naik Rp10 setara 4 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Saham tersebut dibuka pada level Rp270, sempat menyentuh harga tertinggi Rp276 dan terendah Rp266. Hingga pukul 09.18 WIB, volume transaksi mencapai 193.742 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp5,2 miliar.

Kapitalisasi pasar MINA kini mencapai sekitar Rp2,66 triliun, menempatkannya di peringkat ke-321 dari seluruh perusahaan tercatat di BEI.

Di sisi fundamental, kinerja keuangan MINA masih menghadapi tantangan. Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,87 miliar dengan rugi bersih sekitar Rp63 juta.

Meski demikian, kerugian tersebut jauh lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan adanya perbaikan kinerja operasional perusahaan.

Nama Djoni selama ini dikenal di kalangan pasar modal sebagai salah satu investor yang memiliki kepemilikan signifikan di beberapa perusahaan terbuka. Masuknya nama investor asal Jambi dalam daftar pemegang saham utama emiten menunjukkan bahwa pelaku investasi dari daerah juga mampu mengambil posisi strategis di pasar modal nasional.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Limbah pertanian yang selama ini dipandang tak bernilai di Provinsi Jambi kini justru menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global. Kulit kopi, daun nanas, hingga sabut kelapa berhasil diolah menjadi produk premium yang diminati pasar internasional. Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, kulit kopi atau cascara yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi minuman […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini: Berawan, Hujan Masih Berpotensi

    Cuaca Jambi Hari Ini: Berawan, Hujan Masih Berpotensi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Jambi pada Kamis, 13 November 2025, didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa kabupaten dan kota. Suhu udara rata-rata berada pada kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 98 persen. Berdasarkan data prakiraan cuaca harian BMKG, berikut […]

  • Naik Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp 2.286.000 per Gram

    Naik Lagi, Harga Emas Antam Kini Rp 2.286.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik pada perdagangan Selasa (4/11/2025). Logam mulia Antam tersebut meloncat Rp 8.000 menjadi Rp 2.286.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,22 miliar. Sedangkan paling murah dibanderol Rp1.193.000 berukuran 0,5 gram. Adanya kenaikan tersebut harga beli kembali atau buyback emas Antam […]

  • Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    Anjlok Lagi! Emas Antam Kini Rp2,878 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali anjlok pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Tren penurunan harga sejak 16 Februari, kali ini turun Rp40.000, dari semula Rp2.918.000 menjadi Rp2.878.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam dikutip laman Logam Mulia, kini turun menjadi Rp2.655.000 per gram. Harga emas Antam ini sewaktu-waktu bisa berubah. Transaksi […]

  • BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    BI Suntik Insentif Rp36,38 Triliun untuk Pembiayaan Hijau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menebar insentif makroprudensial sebesar Rp36,38 triliun hingga 1 November 2025 kepada bank-bank yang membiayai sektor-sektor berkelanjutan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan insentif makroprudensial tersebut merupakan kebijakan untuk mendorong pembiayaan hijau, selain upaya-upaya lainnya untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi. “Seluruh kebijakan dan inisiatif ini kami susun […]

expand_less