45 Desa di Muaro Jambi Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Bantuan Air Bersih Saat Musim Kemarau
- account_circle say say
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Sebanyak 45 desa di Kabupaten Muaro Jambi dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan selama musim kemarau. BPBD menyiapkan bantuan air bersih dan mengimbau pemerintah desa segera melapor jika terjadi krisis air.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi memetakan sebanyak 45 desa yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi krisis air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan puluhan desa tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Mestong, Bahar Selatan, Bahar Utara, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo, dan Jambi Luar Kota (Jaluko).
Sementara itu, Kecamatan Sungai Bahar dan Sekernan hingga saat ini belum masuk dalam daftar wilayah yang dipetakan sebagai daerah rawan kekeringan.
Menurut Anari, status rawan yang disematkan kepada 45 desa tersebut bukan berarti wilayah tersebut sudah mengalami kekeringan. Pemetaan dilakukan berdasarkan potensi dampak musim kemarau sehingga pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini.
“Ini merupakan daerah yang dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau, bukan berarti sudah terdampak. Pemetaan ini menjadi langkah antisipasi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat apabila terjadi kekeringan,” ujarnya.
BPBD Muaro Jambi telah menyiapkan skema penanganan apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke desa-desa terdampak.
Namun, penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa. Setelah menerima laporan, BPBD akan melakukan verifikasi sebelum menentukan jumlah kebutuhan air yang akan disalurkan.
Anari mengimbau pemerintah desa agar aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing selama musim kemarau. Jika mulai terjadi kekurangan air bersih, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan BPBD agar bantuan dapat segera dikirim.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Apabila ada desa yang membutuhkan suplai air bersih, silakan mengajukan permohonan melalui pemerintah desa kepada BPBD Muaro Jambi. Setelah ada laporan dan pengajuan, kami akan melakukan verifikasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan,” kata Anari.
BPBD Muaro Jambi mencatat 45 desa rawan kekeringan tersebar di sembilan kecamatan, yaitu:
- Mestong
- Bahar Selatan
- Bahar Utara
- Kumpeh Ulu
- Sungai Gelam
- Kumpeh
- Taman Rajo
- Maro Sebo
- Jambi Luar Kota (Jaluko)
- Penulis: say say

