Karhutla di Tanjab Timur Hanguskan 4,5 Hektare Lahan, Ancam Aktivitas Ekonomi dan Perkebunan
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Karhutla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur). Dalam satu hari, api melahap sekitar 4,5 hektare lahan di dua lokasi berbeda. Meski berhasil dipadamkan, kejadian ini menjadi peringatan serius karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perkebunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Amri Juhardy, mengatakan kebakaran pertama terjadi di Desa Pandan Makmur pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Damkar Kecamatan, Manggala Agni, PetroChina, Destana, serta masyarakat. Proses pemadaman juga mendapat dukungan mobil tangki dan water bombing dari BNPB.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB dan situasi berlangsung aman serta kondusif,” kata Amri.
Pada hari yang sama, kebakaran kembali terjadi di Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, sekitar pukul 13.30 WIB. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare.
Tim gabungan kembali diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api menggunakan peralatan pemadam kebakaran dan mobil tangki bantuan BNPB. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan karena lokasi kebakaran merupakan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
“Pendinginan masih terus dilakukan karena kondisi lahan gambut rawan menyimpan bara api di bawah permukaan tanah,” jelasnya.
Amri memastikan proses penanganan karhutla di kedua lokasi berlangsung aman tanpa kendala berarti.
Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, karhutla juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kecamatan Geragai dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas perkebunan, pertanian, dan distribusi hasil komoditas yang cukup tinggi.
Asap akibat kebakaran dapat mengganggu mobilitas masyarakat, menurunkan produktivitas pekerja lapangan, serta meningkatkan biaya penanganan bencana yang harus ditanggung pemerintah.
Apabila kebakaran meluas hingga memasuki kawasan perkebunan produktif, dampaknya dapat berupa penurunan hasil panen, terganggunya rantai pasok komoditas, hingga berkurangnya pendapatan petani dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
Karhutla juga berpotensi memengaruhi iklim investasi apabila terjadi secara berulang. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui patroli rutin, deteksi dini titik panas, serta keterlibatan masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam mencegah karhutla, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan.
- Penulis: say say

