BEI Targetkan 50 IPO di 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Capai 19,1 Juta
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- comment 0 komentar

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman saat konferensi pers Respon Kebijakan OJK Mengantisipasi Volatilitas Perdagangan Saham di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 50 perusahaan akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun ini yang diproyeksikan melampaui target awal sebanyak 45 perusahaan tercatat.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut kinerja pasar modal Indonesia tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Hingga 24 Oktober 2025, terdapat 955 saham perusahaan tercatat dengan tambahan 23 saham baru, termasuk 5 Lighthouse IPO dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun.
“Target tahun depan sebanyak 50 IPO saham. Dengan pipeline yang ada, kami optimistis capaian 2025 akan melampaui target awal,” ujar Iman, Rabu (29/10).
BEI juga mencatat penghimpunan dana Rp 202,6 triliun dari seluruh efek sepanjang tahun ini, serta peningkatan jumlah efek baru menjadi 555 dari target semula 400.
Dari sisi investor, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 19,1 juta per Oktober 2025, naik 28 persen dibanding tahun sebelumnya. Investor saham kini mencapai 8 juta orang, dengan rata-rata 222 ribu investor aktif setiap hari.
Iman menambahkan, selain menambah jumlah investor, BEI juga berfokus pada peningkatan kualitas dan literasi pasar modal. “Target kami sejalan dengan OJK untuk mencapai 20 juta investor pada 2027,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, IHSG naik 16,83 persen ke level 8.271,72 per 24 Oktober 2025, dengan kapitalisasi pasar meningkat 23 persen menjadi Rp 15.234 triliun. Nilai transaksi harian juga naik menjadi Rp 16,46 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan optimisme pasar modal Indonesia yang semakin kuat, seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor dan kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar