Rabu, 8 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

Rupiah Makin Terjepit! Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timteng

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah belum bisa keluar dari zona merah. Mata uang Indonesia pada perdagangan Rabu (8/7/2026) ini kembali melemah sehingga makin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, kurs rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.980 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.

“Penyerangan besar AS ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” ujarnya.

Mengutip Sputnik, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa (7/7), laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Sentimen lainnya berasal dari data cadangan devisa (cadangan devisa) Indonesia yang meningkat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, naik tipis sebesar 700 juta dolar AS dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS. Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.

Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Namun, investor masih mengantisipasi indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan naik ke 125,” ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.950-Rp18.050 per dolar AS.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Ambles, Harga Emas Antam Melonjak Rp40 Ribu! Tembus Rp2,859 Juta per Gram

    Usai Ambles, Harga Emas Antam Melonjak Rp40 Ribu! Tembus Rp2,859 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat mengalami penurunan, harga emas batangan produksi Antam kembali melesat tajam pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Kenaikan ini membuat harga emas Antam kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, emas Antam naik sebesar Rp40.000 per gram. Dari sebelumnya berada di level Rp2.819.000 per […]

  • Kini Harga Perak Antam Sudah Capai Rp47.265 per Gram

    Kini Harga Perak Antam Sudah Capai Rp47.265 per Gram

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam meroket. Hari ini harganya menjadi Rp47.265 per gram. Harga perak Antam tersebut naik Rp1000 seperti dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (6/1/2026). Sehari sebelumnya, harga perak Antam melonjak Rp 1.150 ke level Rp 46.265 per gram. Kenaikan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram […]

  • Gempa M 5,7 Guncang Pacitan Pagi Ini, Getaran Terasa hingga Denpasar Bali

    Gempa M 5,7 Guncang Pacitan Pagi Ini, Getaran Terasa hingga Denpasar Bali

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Denpasar, Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa Pacitan terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 5,7. Episenter gempa berada pada koordinat […]

  • Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

    Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menguji ketahanan energi global, termasuk Indonesia. Di tengah ancaman gangguan pasokan minyak dunia, diplomasi energi dinilai menjadi senjata utama untuk menjaga stabilitas nasional. Pakar energi Arcandra Tahar menegaskan, diplomasi energi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pendekatan antarnegara dinilai mampu membuka […]

  • Job Fair Kota Jambi Buka Lowongan Kerja untuk Disabilitas, Pemkot Tekankan Kewajiban Kuota 5 Persen

    Job Fair Kota Jambi Buka Lowongan Kerja untuk Disabilitas, Pemkot Tekankan Kewajiban Kuota 5 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ada yang berbeda dan menarik perhatian dalam gelaran Job Fair (Bursa Kerja) Kota Jambi yang digelar di Gedung Pemancar Banjuran Budayo. Di samping menyediakan ribuan lowongan umum, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi kawan-kawan berkebutuhan khusus (disabilitas) agar bisa terserap di dunia kerja profesional. Langkah ini sejalan dengan rangkaian perayaan HUT Pemerintah […]

  • Simpang Bata Play Button

    Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jenama alas kaki lawas Bata, resmi tidak lagi memproduksi alas kaki. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang digelar 25 September 2025. Meski diputuskan akhir September lalu, namun sesungguhnya pada April 2024 lalu hal itu sudah dilakukan. Setidaknya diterapkan di pabrik sepatu Bata di […]

expand_less