Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Perak Akan Mengalami Kenaikan Seiring Meningkatnya Permintaan Mobil Listrik

Harga Perak Akan Mengalami Kenaikan Seiring Meningkatnya Permintaan Mobil Listrik

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Prospek harga perak dinilai semakin cerah seiring melonjaknya permintaan dari sektor energi baru terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik (EV) yang terus meningkat secara global. Analis Keuangan Finex Brahmantya Himawan mengatakan dua sektor tersebut menjadi katalis utama yang menciptakan tekanan struktural terhadap pasokan global, sehingga berpotensi mendorong harga perak naik dalam jangka menengah hingga panjang.

“Ketika adopsi dua teknologi ini terus meningkat, pasar perak global akan menghadapi tekanan permintaan struktural yang signifikan,” ujar Brahmantya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Menurut dia, panel surya dan mobil listrik menjadi penyerap terbesar perak dunia. Rata-rata 1 gigawatt (GW) panel surya membutuhkan 10 ton perak, sedangkan satu unit kendaraan listrik mengandung 25–50 gram perak.

Berdasarkan data GlobalData, kapasitas instalasi panel surya dunia saat ini telah mencapai 550 GW per tahun, setara kebutuhan sekitar 5.500 ton perak. Sementara itu, penjualan kendaraan listrik global mencapai 20 juta unit per tahun, menyerap tambahan 500–1.000 ton perak.Brahmantya menilai pasokan global tidak tumbuh sebanding dengan lonjakan permintaan. Meksiko, sebagai produsen perak terbesar dunia, bahkan melaporkan penurunan produksi dua digit dalam satu dekade terakhir akibat keterbatasan cadangan tambang.

Ketimpangan tersebut memicu defisit pasokan tahunan dan mempertahankan tren kenaikan harga. Saat ini, harga perak berada di kisaran 42–48 dolar AS per ons, atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

“Selain fungsi tradisionalnya sebagai aset lindung nilai saat krisis, kini perak mendapat dorongan baru dari sektor teknologi hijau. Kombinasi ini bisa menciptakan siklus kenaikan harga jangka panjang,” jelas Brahmantya.Menurutnya, momentum transisi energi global membuka peluang baru bagi investor untuk melakukan diversifikasi aset logam mulia. Dalam jangka menengah, Brahmantya memperkirakan prospek harga perak tetap positif, didukung oleh peningkatan investasi di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik, terutama di kawasan Asia Pasifik. Namun, ia mengingatkan bahwa fluktuasi kebijakan energi global dan produksi tambang masih berpotensi menjadi sumber volatilitas baru di pasar komoditas.

  • Penulis: syaiful amri
  • Editor: kurnia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Daging Sapi di Pasar Angso Duo Tembus Rp150.000 per Kg

    Harga Daging Sapi di Pasar Angso Duo Tembus Rp150.000 per Kg

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada 2 April 2026. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, terutama pada daging ayam dan cabai rawit hijau. Berdasarkan data dari SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga daging ayam broiler turun sebesar 6,98 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sementara […]

  • Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh ternyata menyimpan proses pemasangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pemilik rumah baru menyadari adanya masalah setelah keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, hingga retak, padahal usia bangunan masih tergolong baru. Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan saat proses pemasangan adalah apakah keramik perlu direndam air […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • OJK, PPATK, dan BSSN Sepakati Sinergi Penguatan Integritas dan Keamanan Sektor Jasa Keuangan

    OJK, PPATK, dan BSSN Sepakati Sinergi Penguatan Integritas dan Keamanan Sektor Jasa Keuangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terpisah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga integritas serta keamanan sektor jasa keuangan. PKS antara OJK dan PPATK meliputi penguatan koordinasi pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Tindak Pidana […]

  • Tiga Investor Garap Jalan Khusus Batubara, Pemprov Jambi Dorong Percepatan

    Tiga Investor Garap Jalan Khusus Batubara, Pemprov Jambi Dorong Percepatan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara guna mendukung peningkatan produksi dan pendapatan daerah. Pada 2025, Provinsi Jambi tercatat menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor batubara sebesar Rp 112 miliar. Rinciannya berasal dari iuran tetap (landrent) sebesar Rp 6,11 miliar dan iuran produksi atau royalti sebesar […]

  • Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Berdasarkan data pasar spot, rupiah hari ini melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.829 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen geopolitik global dan faktor domestik, di tengah penguatan tipis indeks […]

expand_less