Batang Hari Tekan Kemiskinan ke 8,27 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,21 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Aktifitas masyarakat batanghari saat mengunjungi tempat wisata.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,27 persen pada 2025, dari sebelumnya 8,63 persen. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah itu meningkat dari 3,42 persen menjadi 5,21 persen.
Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator perbaikan kesejahteraan masyarakat setelah sebelumnya daerah itu sempat mencatat angka kemiskinan relatif tinggi di tingkat provinsi.
“Angka kemiskinan sebelumnya memang tinggi, namun kini menunjukkan tren penurunan yang positif,” kata Fadhil di Muara Bulian, Selasa.
Selain kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator makro lain juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 73,12 pada 2024 menjadi 73,94 pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,9 persen menjadi 4,21 persen pada periode yang sama.
Perbaikan indikator tersebut terjadi dalam kurun satu tahun terakhir. Pada 2024, ekonomi Batang Hari masih tumbuh moderat di kisaran 3,42 persen, seiring tekanan pascapandemi dan perlambatan aktivitas ekonomi regional. Namun pada 2025, laju pertumbuhan melonjak di atas 5 persen, mendekati rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen.
Penurunan kemiskinan dari 8,63 persen ke 8,27 persen juga menunjukkan tren yang sejalan dengan penurunan tingkat kemiskinan di tingkat Provinsi Jambi dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, angka tersebut masih berada di atas sejumlah daerah maju di Sumatera, sehingga ruang perbaikan dinilai masih terbuka.
Fadhil menyebut capaian ini tidak terlepas dari implementasi 36 program prioritas pembangunan daerah yang dijalankan secara terintegrasi dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat. Program tersebut mencakup penguatan sektor ekonomi produktif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga intervensi sosial bagi masyarakat rentan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Program daerah berjalan selaras dengan program provinsi dan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melanjutkan pembangunan pada 2026 hingga 2027 dengan fokus pada penyempurnaan program yang telah berjalan. Targetnya adalah mempercepat penurunan kemiskinan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
- Penulis: say say
