Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » 5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

5 Daerah dengan APBD Terkecil di Jambi 2026, Sungai Penuh Terbawah

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peta kemampuan fiskal kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2026 menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar. Sejumlah daerah masih berada di kelompok terbawah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang relatif kecil.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Kota Sungai Penuh menempati posisi paling bawah dengan pendapatan hanya Rp696,94 miliar. Angka ini menjadi yang terendah dibandingkan seluruh daerah di Jambi.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatatkan pendapatan Rp878,56 miliar. Disusul Kabupaten Tebo dengan Rp939,24 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci berada di peringkat keempat dengan pendapatan Rp1,10 triliun, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di posisi kelima dengan Rp1,16 triliun.

Jika dibandingkan dengan daerah teratas seperti Kota Jambi yang mencapai Rp1,77 triliun, terlihat jelas adanya jurang kapasitas fiskal antarwilayah.

Keterbatasan APBD ini bukan sekadar angka, tetapi berimplikasi langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan, memperbaiki infrastruktur, hingga meningkatkan layanan publik.

Di Kota Sungai Penuh, misalnya, ruang fiskal yang sempit membuat pemerintah daerah harus sangat selektif dalam menentukan prioritas anggaran. Program pembangunan harus difokuskan pada sektor yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Kondisi serupa juga dihadapi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tebo, yang masih bergantung besar pada dana transfer pusat. Ketergantungan ini menunjukkan bahwa kemandirian fiskal daerah belum sepenuhnya terbentuk.

Sementara itu, daerah seperti Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai menunjukkan kapasitas yang lebih baik, meski masih berada di kelompok menengah bawah.

Pengamat keuangan daerah menilai, rendahnya APBD umumnya disebabkan oleh terbatasnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi ekonomi lokal yang belum tergarap optimal menjadi salah satu faktor utama.

Padahal, peningkatan PAD menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal. Tanpa itu, daerah akan terus bergantung pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat.

Selain itu, efisiensi belanja juga menjadi faktor penting. Dengan anggaran yang terbatas, setiap rupiah harus diarahkan pada program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

APBD sendiri merupakan instrumen utama dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah. Besar kecilnya anggaran mencerminkan kemampuan daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

    Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan kenaikan harga referensi (HR) untuk komoditas minyak kelapa sawit atau CPO serta harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada periode Mei 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan bahwa HR CPO pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 1.049,58 per metrik ton (MT). Angka ini meningkat […]

  • Investasi Industri Mengalir, UMKM Batang Hari Bisa Masuk dari Jalur Ini

    Investasi Industri Mengalir, UMKM Batang Hari Bisa Masuk dari Jalur Ini

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Masuknya investasi ke Kabupaten Batang Hari, Jambi, membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai ekonomi industri. Peluang tersebut tidak selalu berupa menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menyediakan berbagai kebutuhan operasional perusahaan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari mencatat realisasi investasi pada triwulan I […]

  • OPBM di Kota Jambi Didukung Warga, Pemkot Tutup TPS dan Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah

    OPBM di Kota Jambi Didukung Warga, Pemkot Tutup TPS dan Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Masyarakat Kota Jambi mulai mendukung transformasi pengelolaan sampah melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan tertata. Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. turun langsung menutup sejumlah tempat penampungan sampah (TPS) di pinggir jalan pada Sabtu […]

  • Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 2026. Kebijakan ini digadang untuk menekan praktik manipulasi nilai ekspor, namun memicu kekhawatiran pelaku industri. Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ekspor komoditas strategis, menyasar praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai menggerus penerimaan negara. Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan aturan tata kelola ekspor sumber […]

  • Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

    Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan insentif bagi industri otomotif nasional pada tahun depan. Kebijakan ini dinilai penting mengingat sektor tersebut memiliki dampak berkelanjutan (multiplier effect) yang besar dan saat ini tengah mengalami kontraksi. “Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin […]

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Politikus konservatif garis keras Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Selasa (21/10/2025). Kemenangan Takaichi menandai momen bersejarah yang memecahkan dominasi laki-laki dalam politik Jepang sekaligus membuka babak baru dengan pergeseran arah politik ke kanan. Takaichi dikenal sebagai murid ideologis mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum mantan Perdana Menteri […]

expand_less