Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa perusahaan otomotif global asal Jepang, Toyota, menunjukkan ketertarikan untuk membangun pabrik etanol di Indonesia.

“Ya, bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang tertarik, di luar itu ada beberapa lagi,” ujar Todotua di Jakarta, Selasa (28/10).

Todotua menjelaskan, Toyota sudah lama mengembangkan kendaraan berbahan bakar bioetanol, bahkan beberapa model mobilnya mampu menggunakan bahan bakar E100, yakni etanol dengan kadar 100 persen.

Menurutnya, minat Toyota untuk berinvestasi di sektor bioetanol dilandasi oleh kebutuhan mereka dalam menjamin ketersediaan bahan baku (feedstock) untuk produksi bioetanol.

“Mereka serius untuk masuk kepada pabrik etanol, mudah-mudahan prosesnya lancar dan bisa segera terealisasi,” katanya.

Selain Toyota, Brasil juga dikabarkan berminat menanamkan modal dalam pembangunan pabrik etanol di Indonesia. Negara tersebut dikenal sukses menerapkan mandatori bioetanol nasional.

Todotua mengatakan, meskipun lokasi pasti belum ditentukan, Provinsi Lampung dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan pengembangan pabrik etanol, karena didukung oleh ketersediaan bahan baku seperti tebu, singkong, jagung, dan sorgum.

“Komoditasnya semua ada. Sekarang tinggal bagaimana keseriusan kita masuk kepada pabrik yang menghasilkan etanol dan menjalankan kebijakan E10,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif investasi untuk mendorong pembangunan pabrik etanol di dalam negeri, sejalan dengan mandatori bioetanol 10 persen (E10) yang akan diterapkan pada 2027.

Bahlil menjelaskan, penerapan kebijakan E10 membutuhkan 1,4 juta kiloliter (KL) etanol per tahun yang diharapkan dapat dipenuhi oleh produksi domestik, tanpa impor.

“Kami rencana untuk kebutuhan etanol dipenuhi dari dalam negeri,” tutur Bahlil.

Ia menambahkan, pabrik etanol berbahan baku tebu kemungkinan akan dibangun di Merauke, Papua Selatan, sementara pabrik berbasis singkong masih dalam tahap pemetaan wilayah potensial.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) akan menunda tarif tambahan produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Pengumuman tersebut disampaikan setelah berakhirnya investigasi satu tahun oleh kantor perdagangan, dilakukan di tengah meredanya ketegangan antara AS dan China. Kantor tersebut mengatakan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan, meski […]

  • Pemerintah Pertimbangkan PNM Jadi Penyalur Utama KUR

    Pemerintah Pertimbangkan PNM Jadi Penyalur Utama KUR

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah mengkaji opsi menjadikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kajian tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran pembiayaan usaha mikro sekaligus menjaga efisiensi fiskal negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal bersama Danantara. Pemerintah membuka kemungkinan menjadikan PNM sebagai […]

  • Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

    Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG melemah 88,21 poin atau 1,07 persen ke posisi 8.169,65 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (13/10/2025). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,45 poin atau 1,19 persen ke posisi 784,16. […]

  • Tak Perlu ke Samsat, Begini Cara Cek Pajak Motor dan Mobil Lewat Aplikasi, Mudah dan Cepat

    Tak Perlu ke Samsat, Begini Cara Cek Pajak Motor dan Mobil Lewat Aplikasi, Mudah dan Cepat

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan kewajiban tahunan setiap warga negara Indonesia yang memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kini, masyarakat tak perlu lagi datang langsung ke kantor Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) untuk mengetahui besaran pajak kendaraan mereka. Berkat kemajuan teknologi digital, pengecekan pajak kini bisa dilakukan langsung melalui […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

  • Rupiah Tumbang Lagi! Kurs Nyaris Sentuh Rp18.000

    Rupiah Tumbang Lagi! Kurs Nyaris Sentuh Rp18.000

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak mampu bertahan lama. Memasuki perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026) nilai tukar rupiah kehilangan tenaga di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, kurs rupiah dibuka melemah 29 poin atau tergerus 0,16 persen ke posisi RpRp17.992 per dolar AS. […]

expand_less