Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.660 Triliun, BI Sebut Pertumbuhan Mulai Melambat

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai US$433,4 miliar atau setara Rp7.660 triliun dengan asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS. Meski nilainya masih besar, pertumbuhan utang tercatat mulai melambat dibanding periode sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) dalam laporan terbarunya menyebutkan, secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq), ULN Indonesia tumbuh 0,8 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang mencapai 1,9 persen.

Secara bulanan, posisi ULN juga mengalami penurunan dibanding Februari 2026 yang mencapai US$437,9 miliar. Namun secara tahunan atau year on year (yoy), nilai ULN tercatat meningkat dibanding kuartal I 2025 yang berada di level US$195,5 miliar atau tumbuh 121,6 persen yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Denny Ramdan, mengatakan perkembangan ULN dipengaruhi oleh dinamika utang sektor publik dan sektor swasta.

“Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta. ULN pemerintah tumbuh lebih rendah, dan ULN swasta menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, ULN pemerintah pada kuartal I 2026 tercatat sebesar US$214,7 miliar atau tumbuh 3,8 persen secara kuartalan. Pertumbuhan ini juga melambat dibanding kuartal IV 2025 yang mencapai 5,5 persen.

Menurut BI, perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran modal asing yang masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih cukup terjaga.

Bank Indonesia menegaskan bahwa utang pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga disebut terus mengarahkan pembiayaan utang untuk sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga transformasi ekonomi jangka panjang.

Berdasarkan sektor, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk:
– Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 22,1%
– Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 20,2%
– Jasa pendidikan: 16,2% Konstruksi: 11,5%
– Transportasi dan pergudangan: 8,5%

Struktur ULN pemerintah juga masih sangat dominan dalam utang jangka panjang, mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Di sisi lain, ULN swasta tercatat menurun. Pada kuartal I 2026, posisinya sebesar US$ 191,4 miliar, turun dari kuartal IV 2025 yang mencapai US$ 194,2 miliar.

Secara qtq, ULN swasta mengalami kontraksi 1,8%, baik pada kelompok lembaga keuangan (financial corporations) maupun perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations). ULN lembaga keuangan tercatat turun 3,6% qtq, sementara ULN perusahaan nonkeuangan terkontraksi 1,3% qtq.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta didominasi oleh:
– Industri pengolahan
– Jasa keuangan dan asuransi
– Pengadaan listrik dan gas
– Pertambangan dan penggalian

Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 80,4% dari total ULN swasta. Selain itu, ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 76,6%.

Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terjaga, seiring penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5% pada kuartal I 2026 dari 30,0% pada kuartal IV 2025. Secara keseluruhan, struktur ULN nasional juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 85,4% dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” ujar Denny.

Ke depan, BI menegaskan bahwa ULN akan terus dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan meminimalkan risiko eksternal.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prakiraan Cuaca Jambi 23 Juni–2 Juli 2026: Hujan, Petir, dan Kabut Mengintai

    Prakiraan Cuaca Jambi 23 Juni–2 Juli 2026: Hujan, Petir, dan Kabut Mengintai

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada periode 23 Juni hingga 2 Juli 2026 menunjukkan dominasi kondisi berawan dan hujan ringan, disertai potensi petir serta fenomena kabut dan udara kabur di beberapa daerah. Di wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, suhu udara relatif lebih rendah, berkisar antara 16 […]

  • Sah! Barcelona Rekrut Wonderkid Norwich City

    Sah! Barcelona Rekrut Wonderkid Norwich City

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Barcelona buat kejutan. Mereka berhasil merekrut talenta muda jebolan akademi Norwich City, Ajay Tavares. Pemain berusia 16 tahun ini menjadi tambahan amunisi terbaru bagi akademi Blaugrana setelah kepindahannya dari klub Liga Primer Inggris tersebut dikonfirmasi. Ajay Tavares telah tiba di Catalonia untuk menyelesaikan prosedur akhir sebelum resmi menjadi pemain baru Barcelona. Pemain sayap […]

  • BSI Resmi Kantongi Izin Simpanan Emas

    BSI Resmi Kantongi Izin Simpanan Emas

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi memperoleh izin bulion jasa simpanan emas. Dengan izin tersebut maka BSI kini memiliki tiga kegiatan usaha bulion yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas dan Penitipan Emas. Izin sebagai Bank dengan jasa simpanan emas diperoleh pada 10 November 2025. Jasa Simpanan Emas adalah penyimpanan emas oleh nasabah di bank […]

  • Harta Direktur Kepatuhan Bank Jambi Hendri Rp2,24 Miliar, Tanah Hampir Rp2 Miliar Kuasai Aset

    Harta Direktur Kepatuhan Bank Jambi Hendri Rp2,24 Miliar, Tanah Hampir Rp2 Miliar Kuasai Aset

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi kembali membuka potret kekayaan para pejabatnya. Kali ini giliran Direktur Kepatuhan, Hendri, yang tercatat memiliki harta bersih sebesar Rp2.240.308.972 pada laporan periodik tahun 2025. Laporan yang disampaikan pada 27 Januari 2026 itu telah berstatus verifikasi administratif lengkap, tanpa keterangan […]

  • BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

    BTN Pede, Dana Rp 25 Triliun Habis pada November

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tetap menyatakan optimismenya bahwa penempatan uang negara sebesar Rp 25 triliun di BTN akan terserap habis pada November 2025. Ini sejalan dengan upaya perseroan menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, termasuk perumahan rakyat yang menjadi prioritas dan keahlian perseroan. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa penyerapan […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Mendadak Melejit, Naik Rp15 Ribu per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Mendadak Melejit, Naik Rp15 Ribu per Gram

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam mendadak melejit. Setelah cukup lama terkoreksi, logam mulia tersebut akhirnya kembali bangkit pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Kenaikannya pun cukup signifikan. Harga emas Antam hari ini melesat Rp15.000 per gram. Dengan kenaikan tersebut membuat emas Antam kini berada di level Rp2.595.000 per gram. Sebelumnya, harga logam mulia itu masih bertengger […]

expand_less