Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Intervensi Bond Market

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Intervensi Bond Market

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pemerintah merespons pelemahan tersebut dengan menyiapkan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar obligasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai masuk ke pasar surat utang melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF). Instrumen ini digunakan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus menahan kenaikan imbal hasil obligasi negara.

“Besok kita mulai masuk ke bond market untuk menahan yield agar tidak naik terlalu tinggi,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa.

Melalui BSF, pemerintah dapat melakukan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder ketika tekanan jual meningkat. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan investor, terutama asing, agar tidak menarik dananya dari pasar domestik.

Menurut Purbaya, lonjakan yield obligasi berisiko memicu kerugian investasi atau capital loss bagi investor asing. Kondisi tersebut dapat mempercepat arus keluar modal dan memperburuk tekanan terhadap rupiah.

“Kalau yield naik terlalu tinggi, investor bisa keluar. Itu yang kita jaga supaya stabil,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam batas aman. Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi skenario pelemahan rupiah di atas asumsi dasar yang ditetapkan dalam APBN.

Purbaya juga menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar tetap menjadi kewenangan utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Pemerintah, kata dia, hanya memberikan dukungan dari sisi fiskal.

“Bank sentral punya tugas menjaga stabilitas nilai tukar. Kita bantu dari sisi fiskal,” ujarnya.

Pelemahan rupiah belakangan ini dipengaruhi tekanan global, termasuk ketegangan geopolitik dan pergerakan dolar AS. Pemerintah berharap intervensi di pasar obligasi dapat meredam gejolak sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

  • Penulis: say say
  • Editor: Syaiful Amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Studi Terbaru Ungkap Vaksin COVID Turunkan Risiko Kematian di Usia Muda

    Studi Terbaru Ungkap Vaksin COVID Turunkan Risiko Kematian di Usia Muda

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar positif datang dari dunia kesehatan. Sebuah studi berskala besar menunjukkan bahwa individu yang pernah menerima vaksin COVID-19 memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sama sekali tidak divaksin. Penelitian tersebut menyoroti manfaat jangka panjang vaksin COVID-19, khususnya vaksin berbasis mRNA, dalam menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Efek perlindungan ini […]

  • Gantikan Hanif Faisol, Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

    Gantikan Hanif Faisol, Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH), Senin (27/4/2026). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dengan pelantikan tersebut, Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang sebelumnya menjabat […]

  • Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). Pelemahan dipicu sentimen konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch. Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS  dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • Retail Terus Berevolusi, Mal Kini Jadi Ruang Sosial dan Gaya Hidup

    Retail Terus Berevolusi, Mal Kini Jadi Ruang Sosial dan Gaya Hidup

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lanskap bisnis retail di kawasan urban Indonesia diproyeksikan terus mengalami perubahan hingga 2026. Namun, pertumbuhan sektor ini tidak lagi berfokus pada transaksi jual beli semata. Pusat perbelanjaan kini semakin bertransformasi menjadi ruang sosial, rekreasi, dan gaya hidup masyarakat perkotaan. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menuturkan bahwa ekspansi retail di wilayah […]

  • ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyebarluasan informasi publik di bidang politik dan keamanan, Selasa (7/10/2025), di Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Akhmad Munir dan Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta disaksikan sejumlah […]

expand_less