Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

Warisan Utang Jokowi di Proyek Kereta Cepat Jadi Beban Prabowo, Purbaya Tolak APBN Jadi Penolong

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) kembali memanas. Nilai utang yang membengkak hingga lebih dari Rp116 triliun kini jadi bola panas yang berpindah tangan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sikap tegas: APBN tidak boleh menanggung utang proyek Whoosh. Menurutnya, tanggung jawab kini berada di bawah Danantara Indonesia, perusahaan holding yang menaungi berbagai BUMN, termasuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Dividen BUMN sudah tidak lagi masuk APBN. Kalau sesuai UU APBN 2025, ada Rp90 triliun dividen per tahun itu cukup untuk membayar cicilan utang sekitar Rp2 triliun per tahun,” ujar Purbaya di Wisma Danantara Indonesia.

Purbaya menegaskan bahwa Danantara harus mencari skema penyelesaian tanpa melibatkan uang negara. Dalam pertemuan itu, CEO Danantara Rosan Roeslani disebut telah menyetujui langkah tersebut dan akan mempelajari berbagai opsi restrukturisasi utang.

Sebelumnya, COO Danantara Dony Oskaria sudah mengungkapkan bahwa proyek KCJB masuk dalam rencana kerja PT Danantara Asset Management (Persero). Rencananya, Danantara akan merestrukturisasi empat sektor besar BUMN, termasuk penerbangan, infrastruktur baja, asuransi, dan proyek kereta cepat pada semester II tahun 2025.

Polemik ini kian panas setelah pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut proyek Whoosh sebagai “barang busuk” saat dirinya menerima tanggung jawab pengawasan proyek tersebut. Luhut bahkan menyebut Prabowo berencana membentuk tim khusus untuk merestrukturisasi utang KCJB.

Sementara di sisi lain, muncul kekhawatiran dari sejumlah pihak, termasuk Mahfud MD, bahwa jika Indonesia gagal membayar utang proyek ini, China bisa menekan Indonesia secara politik maupun ekonomi, bahkan dikaitkan dengan isu wilayah Natuna Utara.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,22 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sekitar 3,58 juta rekening penerima di berbagai wilayah Indonesia. Penugasan ini diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga […]

  • Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperbarui ketentuan terkait wajib pajak yang dikecualikan dari kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT), khususnya bagi mereka yang berpenghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-3/PJ/2026 yang mulai berlaku sejak 16 Maret 2026 dan ditetapkan oleh Dirjen […]

  • Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menilai bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi peringatan atas kondisi hutan lindung di Indonesia yang tidak terjaga. Menurut dia, pengelolaan kawasan hutan bahkan banyak dilakukan secara ilegal sehingga memperparah risiko bencana. “Hutan lindung di Indonesia harus dijaga. Banyak tambang dan […]

  • Flash Sale Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Dibuka Sore Ini, Harga Mulai Rp150.000

    Flash Sale Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Dibuka Sore Ini, Harga Mulai Rp150.000

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api murah untuk perjalanan mudik Lebaran 2026 melalui program flash sale dengan kuota terbatas. Program ini dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI pada Senin (9/3/2026) mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WIB. Dalam promo tersebut, KAI menawarkan sejumlah tarif spesial untuk berbagai kelas layanan. […]

  • Pupuk Kaltim Pastikan Stok 161.993 Ton Siap Dukung Musim Tanam Oktober-Maret

    Pupuk Kaltim Pastikan Stok 161.993 Ton Siap Dukung Musim Tanam Oktober-Maret

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memastikan stok pupuk mencapai 161.993 ton hingga 22 Oktober 2025, sebagai upaya mendukung keberhasilan musim tanam Oktober-Maret. Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menyediakan pupuk berkualitas bagi petani di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari kontribusi memperkuat ketahanan pangan nasional. “Pupuk Kaltim berkomitmen penuh […]

  • LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih relatif kuat. “Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dana pihak […]

expand_less