Tol Serang–Panimbang Siap Jadi Penggerak Ekonomi Baru Banten
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar

Proses pengecoran _pile head_ atau kepala tiang beton untuk pondasi yang dibuat dengan produk SIG sebagai penahan konstruksi jalan Tol Serang - Panimbang.
JAMBISNIS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional dengan berkontribusi dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Serang–Panimbang, yang diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian dan pariwisata di Provinsi Banten. Pembangunan Tol Serang–Panimbang bukan sekadar membuka jalur baru di Banten, tapi membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang lebih inklusif bagi masyarakat di wilayah selatan provinsi tersebut.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa perusahaan telah memasok 98.000 ton semen hingga September 2025 untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek tersebut.
“Kami turut berkontribusi dalam pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang dengan memasok 98.000 ton semen hingga September 2025,” ujar Vita dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (25/10).
Menurut Vita, proyek tol yang menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2026 ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027. Kehadiran tol ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pemerataan ekonomi di Banten, terutama di wilayah tengah dan selatan.
Tol Serang–Panimbang membentang sepanjang 83,67 kilometer, melintasi empat kabupaten/kota: Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Proyek ini terbagi menjadi tiga seksi:
- Seksi 1 Serang–Rangkasbitung (26,5 km) — telah beroperasi sejak Desember 2021.
- Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles (24,17 km) — dalam tahap konstruksi.
- Seksi 3 Cileles–Panimbang (33 km) — dalam tahap pembangunan.
Dengan tersambungnya seluruh seksi nanti, waktu tempuh dari Jabodetabek menuju Banten Selatan akan berkurang drastis, dari sebelumnya 3–4 jam menjadi hanya 1–2 jam.
“Tol Serang–Panimbang akan membuka akses baru yang mempermudah mobilitas masyarakat dan barang, sehingga menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” kata Vita.
Tak hanya mempermudah distribusi logistik, tol ini juga diharapkan menjadi penggerak utama sektor pariwisata, terutama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. KEK Tanjung Lesung dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Banten, dengan panorama pantai yang menawan, kekayaan alam, serta potensi budaya yang beragam. Dengan akses tol yang semakin mudah, kunjungan wisatawan diproyeksikan meningkat signifikan, membuka peluang besar bagi UMKM, sektor kuliner, dan industri kreatif lokal.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam proyek Tol Serang–Panimbang yang akan mendukung pergerakan ekonomi dan pariwisata Banten,” tambah Vita.
Dalam proyek ini, SIG menggunakan produk unggulan Semen UltraPro, yang telah terbukti digunakan di berbagai proyek besar nasional seperti Jakarta International Stadium, Tol Trans Sumatra, Tol Semarang–Demak, Tol Balikpapan–Samarinda, Yogyakarta International Airport, Thamrin Nine, Kereta Cepat Whoosh, hingga LRT Jakarta.
Semen UltraPro dikenal memiliki daya rekat dan kuat tekan tinggi, sehingga cocok untuk konstruksi yang membutuhkan ketahanan jangka panjang. Produk ini juga memberikan kemudahan dalam proses pengerjaan dengan hasil akhir yang kokoh dan presisi.
“SIG terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang efisien, kuat, dan ramah lingkungan. Didukung jaringan distribusi yang luas, kami siap menjadi ujung tombak pembangunan nasional,” pungkas Vita.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar