Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proses lelang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek gas raksasa Abadi, Blok Masela, dapat dilakukan pada tahun 2026. Setelah lebih dari dua dekade perencanaan, proyek gas Blok Masela kini memasuki babak baru yang diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10), Bahlil menjelaskan bahwa Inpex Masela Ltd., selaku operator proyek bersama Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela, saat ini tengah menyelesaikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) yang dimulai pada Agustus 2025.

“Ini salah satu blok ‘giant’ di Maluku. InsyaAllah tahun ini tender FEED sudah berjalan, dan kemungkinan besar tender EPC akan dimulai pada 2026,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, setelah tahap EPC rampung, proses lifting gas alam cair (LNG) dari proyek ini akan dikejar sesuai target yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek Abadi LNG diperkirakan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 10,5 juta ton setara LNG, yang terdiri atas 9,5 juta ton LNG per tahun serta pasokan gas pipa domestik. Selain itu, proyek ini juga akan memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Blok Masela diyakini akan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tempat proyek ini berlokasi sekitar 170–180 kilometer dari pesisir.

Proyek yang dioperasikan oleh Inpex ini juga dirancang dengan komponen Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060. Dengan karakteristik lapangan gas yang unggul dan cadangan yang melimpah, proyek ini diyakini dapat dikembangkan secara efisien dan berkelanjutan.

Proyek Abadi LNG ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Juni 2017 dan masuk dalam daftar proyek infrastruktur prioritas nasional sejak September 2017. Proyek ini memiliki kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) yang berlaku hingga 15 November 2055, mencakup area seluas 2.503 km² dengan kedalaman laut mencapai 400–800 meter. Inpex berharap proyek ini tak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar energi global, tetapi juga menyediakan pasokan energi bersih dan stabil bagi Indonesia, Jepang, serta negara-negara Asia lainnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC), telah melakukan pembelian lahan senilai Rp 240 miliar di Kawasan Industri Krakatau I, Cilegon, Banten, untuk mendukung ekspansi bisnis pergudangan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa pembelian tanah tersebut dilakukan pada 30 Oktober 2025 […]

  • BMKG: Hujan Ringan Akan Melanda Sejumlah Wilayah di Provinsi Jambi

    BMKG: Hujan Ringan Akan Melanda Sejumlah Wilayah di Provinsi Jambi

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di Provinsi Jambi pada Minggu (26/4/2026) didominasi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data resmi BMKG, sebagian besar kabupaten dan kota di Jambi mengalami suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, mencapai 98 persen. […]

  • Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga negara utama sepanjang 2025, yakni China, Australia, dan Brasil. Meski demikian, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, China menjadi negara penyumbang […]

  • Viral Bandara Morowali Diisukan Ilegal, Ternyata Ada Dua Bandara Berstatus Resmi di Sana

    Viral Bandara Morowali Diisukan Ilegal, Ternyata Ada Dua Bandara Berstatus Resmi di Sana

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bandara Morowali, Sulawesi Tengah tengah menjadi pusat perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Sebuah unggahan menuduh bandara yang dikelola perusahaan swasta, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), berstatus ilegal namun pernah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Narasi ini lalu memicu kebingungan soal legalitas dan identitas bandara yang dimaksud. Akun @TheEagle_xxx […]

  • Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produk Antam kembali anjlok hari ini, Rabu (18/2/2026). Hal ini disebabkan oleh investor yang menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tertunda. Dikutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun tajam sebesar Rp 2.000 ke level Rp 46.000 per gram. Sebelumnya, harga perak pada Selasa (17/2/2026) melemah sebesar Rp 250 […]

  • BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi memfasilitasi sindikasi pembiayaan senilai Rp 5,2 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam skema ini, BRI berperan sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner sekaligus Facility Agent, menegaskan kapasitasnya dalam memimpin pembiayaan berskala besar di sektor agribisnis. Wakil Direktur Utama BRI, Agus […]

expand_less