7.000 Properti Bebas Pajak Tersedia di Marketplace: Efek PPN DTP
- account_circle -
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Tersedia lebih dari 7.000 listing properti baru di bawah Rp 2 miliar yang telah terverifikasi eligible mendapatkan insentif PPN DTP.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Pasar properti Indonesia memasuki babak baru pada awal tahun 2026. Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang resmi diperpanjang melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 menjadi katalisator utama yang menghidupkan kembali gairah sektor real estat nasional. Kebijakan ini secara nyata telah mengubah perilaku konsumen menjadi lebih agresif namun tetap kalkulatif.
Berdasarkan data terbaru dari Rumah123, sepanjang tahun 2025 saja, permintaan terhadap proyek properti baru melonjak hingga 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menariknya, gelombang minat ini mencapai puncaknya pada Juli 2025 dengan pertumbuhan bulanan menyentuh 30 persen, sebuah sinyal kuat bahwa insentif pajak adalah “obat kuat” yang paling dinanti oleh para pencari hunian.
Pemerintah Indonesia tampaknya sangat memahami bahwa sektor properti adalah kontributor krusial terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Melalui perpanjangan PPN DTP per 1 Januari 2026, negara memberikan karpet merah bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan skema yang sangat menguntungkan. Bebas 100 persen PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp 2 miliar, dan insentif tetap berlaku untuk hunian dengan rentang harga hingga Rp 5 miliar.
“Perpanjangan PPN DTP ke 2026 diperkirakan kembali mendorong minat beli, meskipun saat ini masih bersifat early signal. Konsumen kini lebih rasional dan selektif dalam mempertimbangkan lokasi serta kesiapan unit,” ungkap Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, dikutip Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Ada pergeseran demografis yang mencolok dalam data penyerapan properti saat ini. Kelompok first-time home buyer berusia 18-34 tahun menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi 45,5 persen dari total permintaan. Kelompok ini cenderung mencari hunian yang tidak hanya terjangkau secara harga, tetapi juga memiliki aksesibilitas transportasi yang baik.
Bagi mereka, kebijakan PPN DTP 100 persen adalah momentum langka untuk memangkas biaya perolehan awal yang biasanya menjadi hambatan terbesar dalam membeli rumah. Menanggapi dinamika pasar yang masif, Rumah123 sebagai marketplace properti melakukan kurasi besar-besaran untuk memudahkan konsumen.
Saat ini, tersedia lebih dari 7.000 listing properti baru di bawah Rp 2 miliar yang telah terverifikasi eligible mendapatkan insentif PPN DTP. Mengapa Momentum Ini Harus Diambil Sekarang? Head of Brand Communication Rumah123, Bayu Qresna menjelaskan, pasar properti 2026 dipengaruhi oleh keseimbangan antara supply yang mulai terbatas dan demand yang melonjak akibat stimulus fiskal.(*)
- Penulis: -
- Sumber: Kompas.com

Saat ini belum ada komentar