Trump Dikritik Usai Minta Bantuan China di Selat Hormuz, Demokrat: Tanda Putus Asa
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik tajam setelah meminta bantuan China untuk mengatasi ketegangan di Selat Hormuz yang ditutup Iran di tengah konflik kawasan Timur Tengah. Kritik tersebut salah satunya datang dari Senator Partai Demokrat Chuck Schumer yang menilai langkah Trump sebagai bentuk kebijakan luar negeri yang tidak konsisten.
Schumer menyindir permintaan tersebut melalui media sosial dengan mempertanyakan sikap Trump yang sebelumnya kerap bersikap keras terhadap China, namun kini justru berharap bantuan dari negara tersebut.
“Dia menciptakan kekacauan di Timur Tengah dan tidak memiliki strategi jelas untuk mengakhirinya,” kata Schumer.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu eskalasi konflik yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital distribusi minyak dunia.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Penutupan jalur tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump meminta sejumlah negara, termasuk China, Jepang, hingga negara-negara Eropa, untuk turut mengirimkan kapal guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun hingga kini, pemerintah China belum memberikan komitmen konkret. Juru bicara Kedutaan Besar China di AS hanya menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi global serta mendorong deeskalasi konflik.
China sendiri dikenal memiliki hubungan diplomatik yang cukup erat dengan Iran, sehingga posisinya dalam konflik ini dinilai strategis sekaligus sensitif.
Sejumlah pengamat menilai permintaan Trump tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai berpotensi memperlihatkan ketergantungan Washington terhadap kekuatan global lain dalam menjaga stabilitas kawasan.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar