Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sen, 8 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025), dengan posisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS).(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah melemah 37,50 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan yang berada di level Rp 16.648 per dolar AS. Di saat yang sama indeks dolar AS melemah 0,11% ke 98,88.
Sementara itu, nilai tukar negara Asia lainnya dibuka beragam. Baht Thailand dibuka menguat 0,04%, ringgit Malaysia dibuka menguat 0,07%, serta won Korea Selatan dibuka menguat 0,26%.
Sebaliknya, rupe India dibuka melemah 0,02% dan peso Filipina dibuka melemah 0,02%.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan ditutup melemah di rentang Rp16.640 sampai Rp16.680 per dolar AS.
Ia mengungkapkan, rupiah rentan melemah imbas sentimen ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember. Investor telah beralih ke pandangan bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan seiring melemahnya momentum ekonomi di AS.
“Kebijakan ini akan menentukan posisi rupiah ke depan,” ungkapnya, baru-baru ini.
Adapun sentimen lainnya terhadap rupiah yaitu rilis klaim pengangguran mingguan di AS menurun tajam menjadi 191.000, yang merupakan level terendah sejak September 2022. Pada saat yang sama, laporan penggajian swasta awal pekan ini menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas 32.000 pekerjaan pada bulan November, menandakan melemahnya kondisi perekrutan.
Sentimen lainnya yang mempengaruhi prospek rupiah adalah perundingan AS-Rusia yang diadakan awal pekan ini gagal menghasilkan terobosan langsung menuju gencatan senjata Ukraina.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar