Selat Bab el-Mandeb Terancam Blokade Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Konflik Iran Memanas, Selat Bab el-Mandeb Terancam Ditutup, Harga Minyak Global Naik
JAMBISNIS.COM – Selat Bab el-Mandeb kembali menjadi sorotan di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Jalur strategis yang dijuluki “Gerbang Air Mata” itu kini terancam diblokade. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran besar terhadap gangguan pasokan energi global dan langsung berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Posisi ini menjadikannya salah satu titik sempit (chokepoint) terpenting dalam perdagangan global, terutama untuk distribusi energi dari kawasan Teluk ke Eropa dan Asia.
Data menunjukkan sekitar 7,8 juta barel minyak mentah dan bahan bakar melintasi jalur ini setiap hari. Secara keseluruhan, sekitar 12 persen perdagangan minyak dunia via laut dan 8 persen perdagangan gas alam cair (LNG) bergantung pada jalur tersebut.
Situasi memanas setelah IRGC dilaporkan mempertimbangkan langkah strategis dengan melibatkan kelompok Houthi di Yaman untuk memblokade selat tersebut. Langkah ini disebut sebagai bagian dari tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang terus meluas.
Jika blokade terjadi, kapal tanker dan kapal kargo terpaksa mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Rute alternatif ini dapat menambah waktu pengiriman hingga berminggu-minggu, bahkan lebih dari satu bulan.
Dampaknya tidak hanya pada logistik, tetapi juga pada harga energi global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan naik ke kisaran US$115 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menembus level US$100 per barel.
Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah, terutama jika jalur strategis seperti Bab el-Mandeb benar-benar ditutup.
Para analis menilai langkah Iran ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan tekanan dalam konflik. Alih-alih menghadapi secara langsung, Iran disebut menggunakan pendekatan tidak langsung dengan mengancam jalur perdagangan global.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar