Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) sore. Mata uang Indonesia melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.762 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.725 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Dari eksternal, pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah muncul optimisme terkait kesepakatan yang bertujuan meredakan konflik di Timur Tengah.

“Kesepakatan tersebut, yang mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata sementara negosiasi berlanjut,” ujar Ibrahim.

Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena proses pemulihan produksi energi diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Selain itu, sikap Israel yang belum sepenuhnya mendukung kesepakatan tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata.

Pelaku pasar juga menanti hasil rapat kebijakan bank sentral AS atau The Fed.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, namun investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan arah kebijakan moneter ke depan, termasuk peluang penurunan suku bunga pada akhir tahun.

“Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan apa yang disebut ‘plot titik’ untuk petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan. Pasar sangat sensitif terhadap sinyal apa pun tentang apakah para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk pelonggaran di akhir tahun ini,” tutur Ibrahim.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.

RDG kali ini menjadi sorotan setelah BI dalam beberapa kesempatan terakhir menaikkan suku bunganya atau BI Rate untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

Ibrahim menilai langkah pengetatan kebijakan moneter tersebut menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Selain itu, Indonesia dinilai relatif lebih siap menghadapi potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah karena telah melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok lain.

“Langkah diversifikasi sumber pasokan minyak dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dengan strategi tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambahnya.

Adapun untuk perdagangan Kamis besok (18/6/2026), rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp17.760-Rp17.800 per dolar AS.(*)

 

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat 31 Poin Hari Ini, Dolar AS Masih di Atas Rp18.000

    Rupiah Menguat 31 Poin Hari Ini, Dolar AS Masih di Atas Rp18.000

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). Mata uang Indonesia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski posisinya masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 31 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp18.015 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan […]

  • Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pagi ini, Selasa (11/11/2025). Rupiah dibuka melemah 46 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.700 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia lainnya. Sementara indeks dolar AS menguat 0,10 persen ke 99,68. Yen Jepang […]

  • Tiga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, UBS Paling Dalam

    Tiga Emas di Pegadaian Kompak Anjlok, UBS Paling Dalam

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren negatif masih menyelimuti tiga jenama emas yang dijual melalui Pegadaian. Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), harga produk emas UBS, Galeri24, dan Antam, kembali kompak mengalami penurunan. Penurunan paling dalam terjadi pada emas produksi UBS. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS hari ini terpangkas Rp44.000 per gram. Setelah mengalami koreksi cukup dalam, harga […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.996 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Pelemahan ini dipicu tekanan global seiring meningkatnya tensi geopolitik AS-Iran dan penguatan dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Adapun […]

  • The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memberi sinyal siap melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, para pejabat tetap berhati-hati karena tekanan inflasi dinilai masih tinggi dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi. Dalam risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 16–17 September 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar […]

  • Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    Ini Alasan Telur Lebih Baik Dikukus daripada Direbus

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telur merupakan salah satu sumber protein yang praktis, terjangkau, dan mudah diolah. Namun, banyak ahli menyebut bahwa telur kukus ternyata lebih baik dibandingkan telur rebus, terutama dari segi tekstur, kematangan, hingga kualitas rasa. Secara umum, kedua metode ini sama-sama sehat karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Namun, proses pengukusan memberikan hasil yang lebih stabil […]

expand_less