Respons KAI Soal Dugaan Penyalahgunaan Data Konsumen oleh Oknum Pegawai
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

Penumpang kereta. KAI Daop 8 Surabaya mencatat ada 197 tumbler milik penumpang tertinggal di area stasiun maupun kereta sepanjang periode Januari-Oktober 2025./Dok. Humas KAI Daop 8 Surabaya.
JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan data pribadi pelanggan menyusul mencuatnya isu dugaan penyebaran dan penyalahgunaan data konsumen oleh oknum pegawai internal perusahaan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan perlindungan data pribadi merupakan prioritas utama KAI Group dalam mendukung layanan transportasi publik yang aman, bertanggung jawab, dan transparan.
“Perlindungan data menjadi prioritas utama KAI Group dalam mendukung kenyamanan dan rasa aman masyarakat,” ujar Anne dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/1/2026), dikutip dari Antara.
Anne menegaskan, KAI secara konsisten terus memperkuat sistem keamanan informasi pelanggan dengan mengacu pada standar internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pengelolaan serta pengawasan akses data secara berkelanjutan di seluruh lini operasional perusahaan.
“KAI berkomitmen menjaga keamanan data pribadi pelanggan dan terus meningkatkan sistem pengelolaan serta pengawasan akses data,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi, KAI Group telah menerapkan Sertifikasi ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Sertifikasi tersebut menjadi acuan perusahaan dalam melindungi data pelanggan, aset informasi, serta sistem operasional dari berbagai potensi risiko kebocoran dan penyalahgunaan data.
Selain itu, sebagai badan publik, KAI Group juga memastikan kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam penerapannya, KAI berupaya menyediakan informasi secara akurat dan transparan kepada publik, sekaligus tetap menjaga kerahasiaan informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Terkait isu penyebaran data pelanggan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir, Anne memastikan bahwa setiap laporan dan pengaduan telah ditindaklanjuti sejak awal melalui mekanisme internal perusahaan yang berlaku.
Ia menegaskan, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum pegawai akan diproses secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
“KAI Group terus menjaga keseimbangan antara keterbukaan informasi, perlindungan data pribadi, dan kepatuhan terhadap regulasi demi menjaga kepercayaan publik,” pungkas Anne.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar