“Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- comment 0 komentar

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil Menangis “Rakyat Saya Kelaparan”
JAMBISNIS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara resmi menandatangani surat ketidaksanggupan daerah dalam menangani banjir yang melanda wilayah itu sejak 22 November 2025. Surat tersebut diteken pada Rabu (3/12/2025), disertai ungkapan permintaan maaf dan tangis haru karena bantuan yang diharapkan belum kunjung tiba.
Dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Posko Utama Pendopo Bupati, Ismail akrab disapa Ayahwa mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak lagi mampu mengatasi dampak banjir yang telah merendam 852 desa dan memicu longsor di sejumlah titik.
“Saya mohon maaf kepada rakyat Aceh Utara. Saya sudah meminta helikopter sejak hari pertama banjir, tetapi sampai hari ini belum juga tiba,” ucapnya sambil menangis.
Hingga Rabu siang, data menunjukkan 121 orang meninggal dan 109 orang hilang. Sejumlah wilayah masih terisolasi karena akses jalan putus, aliran listrik terhenti, serta logistik belum sepenuhnya menjangkau desa-desa pedalaman.
Ayahwa menjelaskan bahwa bantuan yang masuk masih jauh dari cukup. Beras dari Bulog sebanyak 120 ton telah didistribusikan, tetapi kebutuhan jauh lebih besar. Pemerintah daerah mengajukan tambahan 350 ton, namun belum disetujui.
“Kami hanya punya sedikit beras, mi instan, dan telur. Semua uang daerah sudah kami kerahkan, tetapi tidak cukup. Makilah saya. Dengan begitu pusat sadar bahwa banjir di Aceh Utara ini sangat besar,” ujarnya.
Sejauh ini, bantuan baru datang dari beberapa perusahaan, Pemerintah Aceh, Basarnas, dan satu mobil pikap bantuan dari sebuah bank.
Sementara itu, laporan dari lapangan menunjukkan warga di pedalaman mulai mengalami kelaparan. Beberapa jenazah korban banjir juga belum bisa dievakuasi karena akses terputus total. Ayahwa menegaskan bahwa Aceh Utara membutuhkan dukungan cepat dari Pemerintah Pusat, terutama untuk pengiriman helikopter dan bantuan logistik skala besar.
“Pusat, selain Basarnas, belum hadir ke Aceh Utara. Rakyat saya kelaparan, jenazah belum diambil. Tolong bantu kami. Jangan biarkan rakyat kami mati kelaparan,” katanya.
Ia menyebutkan rakyat kehilangan rumah, harta benda, dan kini mulai sakit akibat kondisi darurat yang terus berlangsung.
Hingga laporan ini diturunkan, sejumlah wilayah di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Barat masih terisolasi. Cuaca buruk memperlambat penyaluran bantuan udara. Pemerintah provinsi telah menetapkan tanggap darurat, sementara Pemerintah Pusat tengah melakukan asesmen untuk percepatan bantuan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar