Prabowo Kucurkan Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Tenaga Kerja
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pemerintah akan menyiapkan dana sekitar US$6 miliar agar teknologi industri tekstil tetap bersaing dan investasinya terus berjalan
JAMBISNIS.COM – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dana sekitar Rp101 triliun untuk melindungi dan memperkuat industri tekstil nasional. Langkah ini diambil guna menjaga keberlangsungan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja serta menghadapi tekanan global dan persaingan industri internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dana tersebut setara dengan US$6 miliar, yang akan digunakan untuk memastikan industri tekstil tetap kompetitif, baik dari sisi teknologi maupun investasi. Kebijakan ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap sektor padat karya, bukan semata mengejar pertumbuhan industri berbasis modal besar.
“Presiden menekankan pentingnya mempertahankan industri yang bersifat labor intensive. Pemerintah akan menyiapkan dana sekitar US$6 miliar agar teknologi industri tekstil tetap bersaing dan investasinya terus berjalan,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja, dan jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga 7 juta orang seiring besarnya pasar domestik Indonesia. Pemerintah menilai sektor ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial, terutama di tengah perlambatan ekonomi global.
Selain menjaga pasar domestik, pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing ekspor industri tekstil nasional. Airlangga menyebut kawasan ekonomi khusus (KEK) menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pasar internasional.
“Harapan Presiden, Indonesia memiliki wilayah industri yang sangat kompetitif. Produk dari kawasan tersebut harus mampu bersaing di berbagai negara dan mendorong ekspor terus meningkat,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Rapat tersebut membahas penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, serta strategi hilirisasi dan energi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus pada industri tekstil dan garmen nasional. Prabowo menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh pada rantai pasok, mulai dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri dalam negeri.
Dengan kucuran dana Rp101 triliun ini, pemerintah berharap industri tekstil Indonesia mampu bertahan dari tekanan global, menjaga jutaan lapangan kerja, serta menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 dan seterusnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar