Prabowo Hapus Kredit Macet Rp2,4 Triliun, 67 Ribu UMKM Dapat Nafas Baru
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai tahun pertama kepemimpinannya dengan langkah besar di sektor keuangan rakyat: penghapusan kredit macet senilai Rp2,4 triliun untuk 67.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Kebijakan yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 ini mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan, serta berbagai sektor produktif lainnya yang terdampak pandemi dan bencana alam.
Dalam pidato Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (20/10/2025), Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari janji kampanye untuk menyejahterakan masyarakat kecil dan memberikan kesempatan kedua bagi pelaku usaha yang sempat terpuruk akibat utang macet.
“Di bidang UMKM, kita sudah ampuni utang-utang lama untuk para petani dan nelayan,” ujar Prabowo di hadapan jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara.
Langkah penghapusan kredit macet dilakukan terhadap pinjaman yang macet di bank-bank milik negara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Setelah proses administratif “hapus buku” selesai, para debitur dapat kembali mengakses pembiayaan perbankan guna memperluas usaha mereka.
Menurut data pemerintah, program ini menyasar lebih dari 1 juta pelaku UMKM di berbagai daerah. Tujuannya bukan hanya menyehatkan portofolio perbankan, tetapi juga memulihkan kemampuan usaha masyarakat kecil agar kembali produktif.
“Langkah ini penting untuk memulihkan daya saing sektor riil, karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional,” kata Menteri Keuangan dalam keterangannya.
Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional yang lebih inklusif. Pemerintah berharap, pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan dapat kembali menggerakkan rantai pasok pangan nasional.
Presiden Prabowo menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
“Kami berdoa agar seluruh petani, nelayan, dan pelaku UMKM dapat bekerja dengan tenang dan penuh keyakinan bahwa negara hadir menghargai para produsen pangan yang sangat penting bagi bangsa ini,” tegasnya.
Kebijakan penghapusan kredit macet ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha dan komunitas daerah. Di Provinsi Jambi, sejumlah pelaku UMKM mengaku kini bisa kembali mengakses modal untuk memulai usaha setelah bertahun-tahun tidak bisa meminjam ke bank.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan tersebut, Ketua Umum Pengprov Percasi Jambi menilai keputusan pemerintah memiliki dampak moral yang luas.
“Kebijakan ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal kepercayaan. Ketika pemerintah memberi ruang bagi rakyat untuk bangkit kembali, itu menumbuhkan semangat juang baik dalam usaha, pendidikan, maupun olahraga. Di Jambi, kami percaya semangat seperti ini juga akan melahirkan banyak prestasi baru,” ujarnya menutup pernyataan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar