PLN Mobile Jadi “Kantor Mini” Digital, 69 Juta Pengguna Urus Listrik dan SPKLU Lewat Satu Aplikasi
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Booth PLN di IIMS 2026
JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) terus mempercepat transformasi digital layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut kini berkembang menjadi super app yang disebut sebagai “kantor mini” PLN karena menghadirkan berbagai layanan dalam satu platform digital.
Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni mengatakan, perubahan ini menandai pergeseran layanan dari sistem konvensional berbasis loket menuju layanan terintegrasi berbasis aplikasi.
“Dulu pelanggan harus datang ke kantor PLN untuk mengurus pasang baru atau perubahan daya. Sekarang semua bisa dilakukan melalui PLN Mobile,” ujar Joni, Kamis (12/2/2026).
PLN mencatat jumlah unduhan aplikasi telah melampaui 69 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, sekitar 9 juta pengguna tercatat aktif. Menurut Joni, pertumbuhan pengguna mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan digital PLN.
Keunggulan utama PLN Mobile terletak pada integrasi layanan secara end-to-end. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat mengajukan pasang baru, perubahan daya, pencatatan meter mandiri (SWACAM), hingga pembayaran rekening listrik.
“Semua layanan PLN tersedia di aplikasi ini. Pelanggan tidak perlu lagi datang ke kantor karena prosesnya sudah terintegrasi,” kata Joni.
Selain layanan kelistrikan, PLN Mobile juga menyediakan fitur marketplace untuk kebutuhan produk ketenagalistrikan, memperluas fungsi aplikasi menjadi bagian dari ekosistem digital.
Sejalan dengan perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), PLN Mobile juga terintegrasi dengan layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan fitur pencarian lokasi SPKLU, pemasangan home charging, hingga perencanaan perjalanan melalui fitur Trip Planner.
“Pengguna bisa mengetahui lokasi SPKLU terdekat, kapasitas baterai, hingga estimasi antrean pengisian,” ujar Joni.
PLN menilai fitur ini penting untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik.
Menurut PLN, transformasi digital melalui PLN Mobile bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga perubahan pendekatan pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan menargetkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses tanpa hambatan birokrasi.
“Harapannya PLN Mobile benar-benar menjadi kantor mini PLN yang memberi solusi bagi masyarakat,” kata Joni.
Digitalisasi layanan ini menjadi bagian dari upaya PLN mendekatkan diri kepada pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem energi berbasis teknologi di era transisi energi.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar