Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

  • account_circle -
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Melansir Reuters dan Kontan, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Maret naik 35 sen atau 0,55% menjadi US$ 64,41 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 33 sen atau 0,56% ke level US$ 59,69 per barel pada pukul 02.43 GMT. Kenaikan ini terjadi setelah kedua kontrak anjlok sekitar 2% pada perdagangan Kamis (22/1/2026).

Pemulihan harga dipicu pernyataan Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One bahwa Amerika Serikat memiliki sebuah “armada” yang bergerak menuju Iran, meskipun ia berharap tidak perlu menggunakannya.

Trump juga kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh para demonstran atau menghidupkan kembali program nuklirnya.

Seorang pejabat AS mengatakan, kapal perang termasuk sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah ke China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Secara mingguan, harga Brent dan WTI diperkirakan mencatatkan kenaikan sekitar 0,6%.

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat di awal pekan setelah Trump mengancam akan menginvasi Greenland, yang berpotensi mengguncang stabilitas aliansi trans-Atlantik.

Namun, harga kembali tertekan pada Kamis setelah Trump melunakkan sikapnya terkait kemungkinan aksi militer tersebut.

Trump kemudian menarik pernyataannya dengan mengatakan bahwa Denmark, NATO, dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan “akses penuh” ke Greenland.

Di sisi lain, harga minyak sempat melemah pada Kamis menyusul data pemerintah AS yang bersifat bearish.

Data tersebut menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, di tengah perlambatan permintaan bahan bakar.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah meningkat 3,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Januari. Angka ini jauh di atas perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 1,1 juta barel.

Kenaikan tersebut juga melampaui laporan American Petroleum Institute (API) yang sebelumnya menyebutkan adanya penambahan stok sekitar 3 juta barel. Kedua laporan ini dirilis lebih lambat dari jadwal karena libur nasional Hari Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat pada Senin lalu.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Dunia Tertekan ke Level US,05 per Troy Ons

    Harga Perak Dunia Tertekan ke Level US$58,05 per Troy Ons

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak dunia mengalami pelemahan. Dikutip dari laman Kitco, Selasa (9/12/2025), harga perak melemah 0,5 persen ke level US$ 58,05 per troy ons. Harga perak hari ini melemah di tengah kehati-hatian investor menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed), dan pernyataan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter AS di masa […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • 7 Tren Baju Imlek 2026 Elegan Stylish

    7 Tren Baju Imlek 2026 Elegan Stylish

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang perayaan Imlek 2026, tren busana wanita kembali mengalami pembaruan. Pilihan pakaian tidak lagi terbatas pada model tradisional, melainkan hadir dengan sentuhan modern yang elegan dan fashionable. Tren ini memadukan unsur budaya Tionghoa dengan gaya kontemporer sehingga penampilan tetap sopan, anggun, dan relevan dengan gaya masa kini. Warna merah tetap menjadi pilihan utama […]

  • Performa Positif, Kurs Rupiah Menguat Jadi Rp16.775 per dolar AS

    Performa Positif, Kurs Rupiah Menguat Jadi Rp16.775 per dolar AS

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (11/2/2026). Rupiah menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah di level Rp16.811 per dolar AS. Analisis pasar menunjukkan bahwa penguatan Mata Uang Rupiah pagi ini dipicu oleh optimisme investor terhadap fundamental ekonomi nasional tahun 2026. Selain […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

expand_less