Pemprov Kepri Usulkan 60 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tahun 2026
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar

Pembangunan dermaga untuk kapal nelayan di Sekanak Raya Batam, Kepri.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengusulkan sekitar 60 lokasi kampung nelayan di wilayahnya untuk dijadikan bagian dari Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi pesisir dan kemandirian nelayan lokal melalui pembangunan terintegrasi di sektor kelautan dan perikanan.
Kampung-kampung nelayan di Kepulauan Riau bersiap naik kelas. Tak lagi sekadar tempat berlabuh kapal, tapi bakal jadi sentra ekonomi baru yang memadukan produksi, distribusi, hingga inovasi perikanan rakyat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Suradjat, mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar sebanyak 60 kampung nelayan di Kepri dapat ditetapkan sebagai lokasi prioritas pengembangan KNMP tahun 2026.
“Kita mengusulkan di tahun 2026 sekitar 60 kampung nelayan di Kepri. Harapannya, minimal setengahnya bisa diterima KKP, jadi mungkin sekitar 30 lokasi bisa direstui,” ujar Said saat dikonfirmasi di Batam, Sabtu (25/10).
Menurut Said, program KNMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir serta menjadikan kampung nelayan sebagai pusat aktivitas kelautan dan perikanan di daerah.
Ia menjelaskan bahwa KKP sebelumnya telah meninjau langsung sejumlah lokasi di Batam dan Natuna pada 2025, namun karena keterbatasan waktu, kunjungan Menteri KKP baru mencakup dua wilayah tersebut.
“Sekarang yang dikerjakan baru di Batam, tapi untuk tahun depan kita akan berjuang agar lokasi lain di Kepri juga bisa mendapat prioritas,” katanya.
Program ini, tambah Said, menjadi bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan laut, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Said menegaskan, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, melainkan juga pada peningkatan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.
“Harapannya, kampung nelayan ini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan adanya sarana seperti cold storage, pabrik es, hingga fasilitas bongkar muat ikan, nelayan bisa lebih produktif dan efisien,” ujarnya.
KNMP diharapkan mampu menjadi sentral kegiatan perikanan terpadu, mencakup penyediaan perahu, sarana pendukung logistik, serta pengembangan industri kecil dan menengah berbasis kelautan.
Saat ini, kata Said, tiga lokasi di Batam telah mulai melaksanakan pembangunan kampung nelayan, yakni Pulau Kasu, Sekanak Raya, dan Tanjung Banun. Pembangunan di tiga wilayah tersebut menjadi pilot project KNMP di Kepri, dengan konsep pengembangan terpadu antara infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi ekonomi pesisir.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan peningkatan pendapatan nelayan hingga 100 persen melalui revitalisasi kawasan pesisir dan dukungan fasilitas modern.
“Program ini tidak hanya soal membangun kampung nelayan, tapi juga membangun harapan baru bagi keluarga nelayan di seluruh Indonesia,” tutur Said.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar