OJK dan BI Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia, Dorong Talenta Digital Nasional
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama jajaran OJK saat peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dalam acara DIGDAYA x Hackathon 2026 di Kantor Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).
JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.
Inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar secara hybrid di Kantor Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).
Acara ini dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur BI.
Friderica menegaskan sinergi antarregulator menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak inovasi digital nasional.
“Kita bersinergi untuk membangun generasi muda yang ke depan mempunyai inovasi-inovasi digital,” ujarnya.
Menurut Friderica, peserta dari seluruh Indonesia akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, serta pelatihan intensif guna melahirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.
Ia menyebut transformasi digital telah berkontribusi besar terhadap inovasi bisnis dan perluasan inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama.
“Sektor keuangan sangat terbantukan dengan digitalisasi, baik untuk inovasi bisnis maupun inklusi keuangan. Tapi tentu saja aspek pelindungan konsumen juga harus diperkuat,” kata Friderica.
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko di tengah percepatan digitalisasi, termasuk melalui kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat seperti Indonesia Anti-Scam Center.
PIDI diwujudkan melalui dua pendekatan utama, yakni DIGDAYA sebagai program penguatan melalui mentoring, pembekalan, dan jejaring industri, serta Hackathon 2026 sebagai ruang eksperimen inovasi untuk menjawab tantangan nasional secara kolaboratif dan terstruktur.
Program ini menjadi bagian dari upaya bersama regulator dan industri dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa, pesantren, komunitas digital, hingga pelaku usaha jasa keuangan turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Registrasi Hackathon 2026 resmi dibuka untuk kategori profesional dan mahasiswa mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.
Melalui PIDI, OJK dan BI berharap inovasi yang lahir tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan, teruji oleh pasar, serta mampu memberikan dampak nyata bagi sistem keuangan digital Indonesia.
- Penulis: Fitri Amalia


Saat ini belum ada komentar