Lonjakkan Harga 824%, BEI Suspensi Perdagangan Saham INET untuk Cooling Down
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- comment 0 komentar

Bursa Efek Indonesia (BEI).
JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyusul lonjakan harga yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Suspensi ini mulai berlaku pada sesi I perdagangan Selasa (25/11/2025), sebagaimana mengacu pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00366/BEI.WAS/11-2025.
Langkah penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme cooling down untuk memberikan ruang bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan investasinya. BEI menilai jeda diperlukan agar perdagangan saham INET berlangsung lebih wajar.
“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai,” demikian tertulis dalam pengumuman yang dipublikasikan BEI melalui laman resminya.
INET tercatat mengalami kenaikan harga signifikan selama sebulan terakhir. Data perdagangan menunjukkan saham emiten telekomunikasi tersebut menembus batas Auto Reject Atas (ARA) 25% pada Senin (24/11/2025), ditutup di level Rp 675 per saham.
Secara bulanan, harga saham INET melesat 139,36%, sementara secara year to date mencapai kenaikan fantastis sebesar 824,66%. Kenaikan ekstrem inilah yang memicu BEI mengambil langkah tegas untuk melakukan suspensi.
Suspensi perdagangan saham umumnya diberlakukan apabila terjadi pergerakan harga yang dianggap tidak wajar dan berisiko memicu ketidakstabilan pasar. Melalui kebijakan ini, BEI berharap investor memiliki waktu cukup untuk melakukan evaluasi ulang.
Dengan pemberlakuan suspensi, BEI juga mengingatkan seluruh pihak agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang diterbitkan perusahaan.
“Dengan ini, BEI berharap para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” demikian lanjutan pengumuman tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan dari perseroan mengenai lonjakan harga saham maupun respon atas suspensi yang dilakukan BEI.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar