Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp18,37 Triliun
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- comment 0 komentar

Pemprov Sumut memperkirakan total kerugian akibat banjir dan tanah longsor mencapai Rp18,37 triliun, mencakup kerusakan infrastruktur hingga rumah warga. (Foto: REUTERS/Agatha Capri)
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkirakan total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya mencapai Rp18,37 triliun. Kerugian tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, sektor pertanian, hingga perumahan warga.
Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan dampak bencana terjadi secara masif dan meluas di 14 kabupaten dan 5 kota di Sumatera Utara. Enam daerah tercatat mengalami kerusakan paling parah, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Langkat, serta Kota Sibolga.
“Kerusakan menyentuh sektor infrastruktur, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga perumahan rakyat dengan total estimasi kerugian mencapai Rp18,37 triliun,” ujar Surya, Senin (22/12).
Di sektor infrastruktur, bencana banjir dan longsor menyebabkan 25 ruas jalan provinsi rusak dengan 117 titik longsor, serta enam jembatan mengalami rusak total. Kerugian khusus pada infrastruktur jalan diperkirakan mencapai Rp880,65 miliar.
Untuk penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Sumut telah mendirikan posko tanggap darurat sejak 27 November 2025, sehari setelah bencana terjadi. Berdasarkan keputusan Gubernur Sumut, masa tanggap darurat dijadwalkan berakhir pada 24 Desember 2025.
Surya menambahkan, penyaluran bantuan logistik terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Hingga saat ini, tercatat 270,32 ton bantuan logistik telah disalurkan melalui Posko Utama, ditambah 303,7 ton logistik yang dikelola melalui Hanggar Lanud Soewondo.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenko Infrastruktur, Ronny Ariuly Hutahayan, menyatakan pemerintah pusat akan memprioritaskan pemulihan sektor pemukiman warga terdampak bencana di Sumatera Utara.
“Kami mendapat arahan untuk fokus pada pembangunan kembali perumahan dan pemukiman warga terdampak, termasuk penyediaan hunian tetap bagi para pengungsi,” kata Ronny.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar