Jerman Peringatkan Dampak Ekonomi Perang Iran Bisa Lebih Parah dari COVID-19
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Friedrich Merz terpilih sebagai kanselir ke-10 Republik Federal Jerman, Selasa (6/5/2025). (AP/Ebrahim Naroozi)
JAMBISNIS.COM – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memperingatkan bahwa eskalasi konflik Iran berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar bagi Eropa, bahkan lebih berat dibandingkan krisis saat pandemi COVID-19. Peringatan tersebut disampaikan Merz dalam konferensi pers bersama Presiden Suriah, Ahmed al Sharaa, di Berlin, Selasa (31/3/2026).
Menurut Merz, jika konflik berkembang menjadi perang regional berskala besar, dampaknya dapat memberikan tekanan serius terhadap stabilitas ekonomi Jerman dan kawasan Eropa.
“Jika perang ini meningkat menjadi konflik regional besar, hal itu dapat membebani Jerman dan Eropa lebih berat dibandingkan yang kami alami saat pandemi COVID-19 atau awal perang di Ukraina,” ujarnya.
Ia menilai konflik berkepanjangan akan mengganggu rantai pasok global, terutama energi, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Eropa.
Selain itu, Merz juga menyerukan agar operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran segera dihentikan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Menurut dia, penyelesaian konflik tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan militer, melainkan harus melalui jalur diplomatik.
“Saya pikir kita perlu mencari solusi bersama, termasuk berdiskusi dengan pemerintah Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri perang ini secepat mungkin,” kata Merz.
- Penulis: say say

Saat ini belum ada komentar