Jelang Ramadan, Harga Cabai Tembus Rp100.000 per Kg di Sejumlah Daerah
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Harga Cabai Tembus Rp100.000 per Kg
JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan penyebab kenaikan harga cabai di sejumlah daerah yang bahkan menembus Rp100.000 per kilogram menjelang Ramadan. Menurut dia, lonjakan harga lebih dipicu oleh terganggunya distribusi akibat faktor cuaca, terutama hujan yang terjadi terus-menerus di sejumlah sentra produksi.
“Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani, karena hujannya terus-terusan. Sebenarnya panennya, produknya ada banyak, cuma karena terganggu hujan distribusinya tidak berjalan dengan baik. Kami sudah koordinasi. Lebih ke faktor (kenaikan harga cabai) karena hujan, itu lebih mendominasi,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan, dari sisi produksi, stok cabai relatif tersedia. Namun, hambatan distribusi membuat pasokan di pasar tertentu menjadi terbatas sehingga memicu kenaikan harga.
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp104 Ribu per Kg
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), hampir seluruh jenis cabai mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir.
Secara nasional, harga rata-rata:
- Cabai merah besar naik 7,34 persen menjadi Rp44.600 per kg
- Cabai merah keriting naik 9,79 persen menjadi Rp46.550 per kg
- Cabai rawit hijau naik 2,45 persen menjadi Rp54.300 per kg
- Cabai rawit merah melonjak 11,18 persen menjadi Rp76.550 per kg
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah di sejumlah wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur.
Di Kalimantan Tengah, harga cabai rawit merah sempat menyentuh Rp106.900 per kg dan kini berada di kisaran Rp104.400 per kg. Sementara di DKI Jakarta mencapai Rp96.250 per kg, Kalimantan Utara dan Maluku Utara Rp95.000 per kg, serta Papua Rp94.500 per kg.
Untuk cabai merah keriting, harga tertinggi tercatat di Papua sebesar Rp75.000 per kg dan Maluku Utara Rp70.000 per kg.
Budi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan asosiasi petani dan pelaku distribusi guna memastikan kelancaran pasokan, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga. Ia menekankan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga di berbagai daerah agar lonjakan tidak berlangsung berkepanjangan.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar