Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya?

Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja.

1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab

Iran sebenarnya membidik aset militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Masalahnya, banyak pangkalan AS berada di wilayah negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Akibatnya, serangan ke fasilitas militer tersebut otomatis berdampak ke wilayah dan infrastruktur negara tuan rumah.

Strategi ini membuat negara Arab menjadi “tameng tidak langsung” dalam konflik besar tersebut.

2. Membuka Banyak Front untuk Menekan AS

Iran tidak melawan secara frontal karena kalah secara militer dari AS dan Israel. Sebagai gantinya, Teheran membuka banyak titik konflik sekaligus di kawasan.

Dengan menyerang berbagai negara, Iran ingin:

  • Membebani pertahanan AS di banyak wilayah
  • Meningkatkan biaya perang
  • Memaksa Washington menghentikan konflik lebih cepat

Strategi ini dikenal sebagai “perang tekanan multi-front”.

3. Tekanan Politik ke Sekutu AS

Negara-negara Teluk merupakan sekutu penting Amerika Serikat. Dengan menghantam mereka, Iran berharap muncul tekanan politik internal.

Targetnya jelas:
negara Arab mendesak AS untuk menghentikan perang dan menjauh dari Israel.

4. Pesan Keras ke Negara Arab yang Dekat dengan Israel

Iran juga mengirim sinyal geopolitik. Negara seperti Uni Emirat Arab yang memiliki hubungan dekat atau normalisasi dengan Israel dianggap sebagai target strategis.

Ini menjadi peringatan bahwa kedekatan dengan Israel memiliki konsekuensi keamanan.

5. Efek Psikologis dan Ekonomi Kawasan

Serangan ke infrastruktur energi dan sipil di kawasan Teluk berdampak besar:

  • Mengguncang stabilitas ekonomi
  • Mengganggu pasokan energi global
  • Menimbulkan tekanan internasional

Iran memanfaatkan efek domino ini untuk memperbesar tekanan terhadap lawannya.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Shutdown AS, Bandara Burbank di Los Angeles Beroperasi Tanpa Petugas Menara Kontrol Selama 6 Jam

    Dampak Shutdown AS, Bandara Burbank di Los Angeles Beroperasi Tanpa Petugas Menara Kontrol Selama 6 Jam

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dampak penutupan sebagian pemerintahan federal Amerika Serikat atau government shutdown mulai dirasakan di sektor penerbangan. Bandara Hollywood Burbank di California, salah satu yang tersibuk di kawasan Los Angeles, dilaporkan tidak memiliki pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) selama enam jam pada Senin (6/10/2025) malam waktu setempat. Gubernur California Gavin Newsom menyoroti kondisi […]

  • Monadi Buka Turnamen Catur Bulanan Non Master 2026 di Kerinci, 106 Pecatur Se-Provinsi Jambi Ambil Bagian

    Monadi Buka Turnamen Catur Bulanan Non Master 2026 di Kerinci, 106 Pecatur Se-Provinsi Jambi Ambil Bagian

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi membuka Turnamen Catur Bulanan Non Master se-Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Bumi Sakti Alam Kerinci, Minggu (15/2/2026). Ajang ini menjadi panggung adu strategi bagi ratusan pecatur daerah sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap pengembangan […]

  • IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Imlek

    IHSG Ditutup Melemah 0,64% ke Level 8.212 Jelang Libur Imlek

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) seiring meningkatnya aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 53,08 poin atau 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut […]

  • DPR Bongkar Data Kelistrikan Aceh, Tuding Laporan Bahlil ke Presiden “Asal Bapak Senang”

    DPR Bongkar Data Kelistrikan Aceh, Tuding Laporan Bahlil ke Presiden “Asal Bapak Senang”

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, TA Khalid, mempertanyakan laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut pasokan listrik di Aceh telah menyala 97 persen. Khalid mengklaim data tersebut tidak sesuai dengan keadaan di lapangan pasca banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh. Menurut Khalid, tingkat pemulihan […]

  • Harga Sembako Pasar Talang Banjar Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Hijau Turun 30 Persen

    Harga Sembako Pasar Talang Banjar Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Hijau Turun 30 Persen

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, per 6 Maret 2026 menunjukkan tren stabil untuk sebagian besar komoditas pokok. Namun, terdapat penurunan signifikan pada cabe rawit hijau hingga 30,77 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui SIHARKO menunjukkan bahwa harga cabe merah besar dan kecil […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP). Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di […]

expand_less