Hilirisasi Kelapa Dibidik, Tanjab Timur Cari Investor Asing untuk Dongkrak Pendapatan Petani
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

luas perkebunan kelapa di Tanjung Jabung Timur mencapai sekitar 58.000 hektare.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, berupaya meningkatkan nilai ekonomi kelapa melalui pengembangan industri pengolahan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah sekaligus memperluas peluang usaha di daerah penghasil komoditas tersebut.
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja pada April 2026 menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan investor luar negeri. Delegasi dari Jerman dan Belgia sebelumnya telah mengunjungi perkebunan kelapa setempat untuk melihat potensi bahan baku.
Menurut pemerintah daerah, hilirisasi diharapkan menjadi salah satu jawaban atas fluktuasi harga kelapa yang selama ini memengaruhi pendapatan petani. Keberadaan industri pengolahan juga berpotensi memperpendek rantai distribusi sehingga nilai tambah tidak hanya dinikmati pelaku perdagangan di luar daerah.
Data yang disampaikan pemerintah kabupaten menunjukkan luas perkebunan kelapa di Tanjung Jabung Timur mencapai sekitar 58.000 hektare. Produksi pada 2024 tercatat sekitar 51.000 ton. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya basis bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan industri.
Peluang pengolahan kelapa kembali dibahas dalam kunjungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi ke fasilitas pembibitan PT Wirakarya Sakti pada Agustus 2026. Pembahasan mencakup penguatan rantai pasok kelapa hingga industri serta pengembangan produk turunan seperti cocopeat, yaitu media tanam yang dibuat dari serbuk sabut kelapa.
Pada 5 Oktober, OJK juga menyampaikan rencana pemetaan potensi bahan baku dan peluang usaha sabut kelapa di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat. Meski demikian, realisasi hilirisasi masih membutuhkan kepastian investasi, teknologi pengolahan, akses pembiayaan, serta pasar yang mampu menyerap produk secara berkelanjutan.
Bagi petani, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh manfaat ekonomi yang benar-benar diterima di tingkat kebun, bukan semata-mata besarnya potensi produksi.
- Penulis: say say
