Bisnis Makanan Sehat di Jambi Punya Peluang, Katering Harian hingga Paket Sayur Siap Masak Bisa Dilirik
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Survei Voice of the Consumer 2026 dari PwC Indonesia yang dirilis pada 3 September 2026 menunjukkan, 72 persen konsumen Indonesia rutin menyiapkan makanan di rumah. Sebanyak 73 persen berencana meningkatkan konsumsi produk segar seperti buah dan sayuran dalam 12 bulan berikutnya, sedangkan 49 persen berencana menambah konsumsi makanan kaya protein, termasuk daging, unggas, dan ikan. Survei tersebut melibatkan 503 responden Indonesia yang disurvei pada Februari–Maret 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perubahan pola konsumsi masyarakat membuka peluang bisnis makanan sehat di Jambi. Usaha ini tidak harus dimulai dengan restoran mahal atau menu diet eksklusif. Pelaku UMKM dapat memulainya melalui katering rumahan, paket sayuran siap masak, makanan bergizi untuk pekerja, hingga paket lauk harian yang praktis dan terjangkau.
Survei Voice of the Consumer 2026 dari PwC Indonesia yang dirilis pada 3 September 2026 menunjukkan, 72 persen konsumen Indonesia rutin menyiapkan makanan di rumah. Sebanyak 73 persen berencana meningkatkan konsumsi produk segar seperti buah dan sayuran dalam 12 bulan berikutnya, sedangkan 49 persen berencana menambah konsumsi makanan kaya protein, termasuk daging, unggas, dan ikan. Survei tersebut melibatkan 503 responden Indonesia yang disurvei pada Februari–Maret 2026.
Temuan nasional tersebut bisa menjadi referensi bagi pengusaha di Kota Jambi dan daerah lain di Provinsi Jambi. Namun, angka itu belum membuktikan bahwa permintaan makanan sehat di Jambi tumbuh dengan persentase yang sama.
Pelaku usaha perlu memperhitungkan kemampuan belanja konsumen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Kota Jambi pada Agustus 2026 sebesar 3,53 persen. Dalam periode yang sama, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 5,31 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 5,11 persen secara tahunan.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa pengusaha harus cermat mengelola biaya bahan baku. Kenaikan indeks kelompok pengeluaran bukan berarti semua bahan makanan atau harga menu restoran naik dengan persentase yang sama.
Salah satu peluang yang dapat diuji ialah katering harian untuk pekerja kantor, paket makan siang rumahan, serta menu dengan kombinasi nasi, sayur, dan sumber protein. Pengusaha juga dapat menawarkan paket mingguan bagi pelanggan yang ingin menghemat waktu menyiapkan makanan.
Model lainnya adalah menjual sayuran yang sudah dicuci dan dipotong, paket bahan untuk memasak beberapa kali makan, serta lauk siap santap. Produk bisa ditawarkan melalui pemesanan WhatsApp, media sosial, atau sistem berlangganan agar jumlah produksi lebih mudah diperkirakan.
Jambi memiliki peluang pengembangan menu yang memanfaatkan bahan pangan yang tersedia melalui pemasok lokal. Sayuran, ikan air tawar, ayam, dan aneka hasil pertanian dapat menjadi bahan dasar menu rumahan. Pemilihan bahan harus mengikuti harga, ketersediaan, mutu, serta kebutuhan konsumen di masing-masing wilayah.
Keuntungan pendekatan ini adalah pelaku usaha dapat membangun hubungan dengan pemasok dan menyesuaikan menu berdasarkan ketersediaan bahan. Namun, penggunaan bahan lokal tidak otomatis membuat biaya lebih murah. Perbandingan harga pemasok tetap diperlukan sebelum menentukan menu dan harga jual.
Manfaat bagi konsumen juga perlu dijelaskan secara wajar. Menu dengan sayuran, protein, dan porsi yang sesuai dapat membantu konsumen merencanakan makanan sehari-hari. Pelaku usaha sebaiknya menyampaikan komposisi bahan secara transparan dan menghindari klaim menyembuhkan penyakit.
Calon pengusaha tidak harus langsung menyewa tempat atau memproduksi ratusan porsi. Uji coba melalui sistem prapesan dapat membantu mengetahui menu favorit, kisaran harga yang diterima konsumen, dan tingkat pembelian ulang.
Perhitungan usaha harus mencakup bahan baku, tenaga kerja, gas atau listrik, kemasan, penyimpanan, pengiriman, serta makanan yang tidak terjual. Keamanan pangan dan kebersihan proses produksi juga wajib diperhatikan, terutama untuk makanan siap santap dan produk segar.
Bagi UMKM Jambi, peluang bisnis makanan sehat terletak pada kemampuan menawarkan makanan praktis dengan harga yang masuk akal. Tren nasional dapat menjadi titik awal, tetapi keberlanjutan usaha akan ditentukan oleh permintaan nyata, kualitas menu, pengendalian biaya, dan kepercayaan pelanggan.
- Penulis: say say
