Buntut IHSG Anjlok, Direktur Utama BEI Iman Rachman Mundur
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar

MUNDUR: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mundur pada Selasa (30/1/2026) pagi.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mundur pada Selasa (30/1/2026) pagi. Pengunduran dirinya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas gejolak di pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir.
“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI. Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal,” kata Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026).
Iman Rachman menyampaikan hal tersebut secara resmi tanpa sesi tanya jawab.
Keputusan tersebut diambil Iman dengan pertimbangan menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. Iman juga berharap indeks yang pagi ini dibuka menguat dapat terus membaik dalam beberapa hari ke depan.
“Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikut,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Iman memastikan seluruh proses administrasi dan dokumentasi akan berjalan sesuai ketentuan anggaran dasar. BEI juga akan segera menunjuk pelaksana tugas (PLT) Direktur Utama hingga terpilihnya pimpinan definitif.
“Nanti akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk Direktur Utama yang baru,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Iman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemangku kepentingan selama masa kepemimpinannya yang berlangsung hampir empat tahun.
“Kalau ada hal-hal yang kurang berkenan, cara-cara saya, mohon dimaafkan,” katanya.
Seperti diketahui, IHSG anjlok hingga 8% dalam dua hari berturut-turut, dan dua kali dilakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026).
Amblesnya IHSG selama dua hari imbas terkena sentimen dari hasil pengumuman MSCI mengenai penilaian free float saham emiten Indonesia yang dipublikasikan pada Selasa (27/1/2026).
Sebelumnya, berdasarkan pengumuman MSCI ditetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang.
Perubahan sementara untuk pasar Indonesia meliputi tiga hal, pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan, ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah aturan batas minimal saham publik atau free float, yang semula 7,5% menjadi 15%.
“SRO akan menerbitkan aturan untuk free float minimal 15%,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis (29/1/2026).
Mahendra menjelaskan, aturan tersebut akan berlaku dalam waktu dekat dengan prinsip transparansi yang jelas bagi emiten, termasuk penetapan jangka waktu penyesuaian.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar