Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Tanda Kiamat Makin Cepat Muncul dari Besi di Dalam Es Antartika

Tanda Kiamat Makin Cepat Muncul dari Besi di Dalam Es Antartika

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pencairan lapisan es di Antartika kembali memunculkan kekhawatiran baru terkait krisis iklim global. Penelitian terbaru mengungkap bahwa penyusutan es di Antartika Barat justru dapat melemahkan kemampuan Samudra Selatan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Geoscience menunjukkan bahwa pada periode hangat di masa lalu, meningkatnya jumlah gunung es yang terlepas dari Antartika Barat membawa sedimen kaya zat besi ke laut. Namun, pasokan zat besi tersebut tidak serta-merta meningkatkan pertumbuhan alga laut yang selama ini berperan penting dalam menyerap karbon.

Penulis utama studi, Torben Struve, menjelaskan bahwa zat besi yang terbawa oleh gunung es sebagian besar telah mengalami pelapukan kimia dalam waktu yang sangat lama. Kondisi ini membuat zat besi menjadi sulit larut dan tidak mudah dimanfaatkan oleh alga sebagai nutrien.

Padahal, di perairan sekitar Antartika, zat besi merupakan faktor pembatas utama pertumbuhan alga. Dalam penelitian sebelumnya, debu kaya zat besi yang terbawa angin selama zaman es terbukti mampu meningkatkan produktivitas alga dan memperbesar penyerapan karbon dioksida oleh laut.

“Biasanya, peningkatan pasokan zat besi di Samudra Selatan akan merangsang pertumbuhan alga, yang pada akhirnya meningkatkan penyerapan karbon dioksida oleh laut,” ujar Torben Struve dari University of Oldenburg, dikutip dari Scitechdaily, Selasa (3/2/2026).

Namun, temuan terbaru ini menunjukkan kondisi berbeda di wilayah selatan Front Polar Antartika. Analisis sedimen mengindikasikan bahwa sumber utama zat besi di kawasan tersebut bukan berasal dari debu, melainkan dari gunung es yang berasal dari Antartika Barat, terutama pada periode hangat antar-zaman es.

Para peneliti menilai temuan ini memperkuat bukti bahwa Lapisan Es Antartika Barat sangat sensitif terhadap kenaikan suhu global. Pada periode interglasial terakhir sekitar 130.000 tahun lalu, ketika suhu Bumi mendekati kondisi saat ini, wilayah tersebut diduga mengalami pencairan es dalam skala besar.

Jika pemanasan global terus berlanjut, kondisi serupa berpotensi terulang. Penyusutan es dapat mempercepat erosi batuan tua, sehingga pasokan zat besi ke laut semakin didominasi oleh bentuk kimia yang sulit dimanfaatkan organisme laut.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak zat besi yang masuk ke laut, tetapi dalam bentuk kimia seperti apa zat besi tersebut,” kata salah satu penulis studi, Gisela Winckler dari Columbia Climate School.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa penurunan kemampuan laut dalam menyerap karbon dioksida ini dapat menjadi umpan balik negatif yang mempercepat krisis perubahan iklim di masa depan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempercepat dampak ekstrem pemanasan global terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal. “Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan […]

  • Daftar Upah Minimum Negara ASEAN, Singapura Tertinggi Disusul Malaysia

    Daftar Upah Minimum Negara ASEAN, Singapura Tertinggi Disusul Malaysia

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perundingan terkait formula acuan penetapan upah minimum 2026 masih berlangsung. Di tengah pembahasan tersebut, data yang dihimpun menunjukkan bahwa besaran upah minimum di kawasan Asia Tenggara cukup beragam. Singapura tercatat sebagai negara dengan upah minimum tertinggi di ASEAN. Hingga saat ini upah minimum di Singapura berada pada kisaran SGD 1.400–1.600 atau setara Rp16–18 […]

  • Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produk Antam kembali anjlok hari ini, Rabu (18/2/2026). Hal ini disebabkan oleh investor yang menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tertunda. Dikutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun tajam sebesar Rp 2.000 ke level Rp 46.000 per gram. Sebelumnya, harga perak pada Selasa (17/2/2026) melemah sebesar Rp 250 […]

  • Aksi Nasional Buruh Hari Ini: Kepung Istana Negara dan Kantor YouTube

    Aksi Nasional Buruh Hari Ini: Kepung Istana Negara dan Kantor YouTube

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi nasional besar-besaran pada Rabu, 28 Januari 2026. Aksi tersebut dipusatkan di Istana Negara, Jakarta, dengan titik kumpul di kawasan Patung Kuda sejak pukul 10.00 WIB. Massa buruh berasal dari berbagai daerah, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Aksi […]

  • Teknologi Tepat Guna Dorong Produksi Lapis Angso Duo Naik 40 Persen

    Teknologi Tepat Guna Dorong Produksi Lapis Angso Duo Naik 40 Persen

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – UMKM Lapis Angso Duo Jambi meningkatkan kapasitas produksi setelah mendapat dukungan teknologi tepat guna dan pendampingan manajemen dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Jambi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari program bertajuk “Penguatan Daya Saing UMKM Lapis Angso Duo Jambi melalui Implementasi Teknologi Produksi, Manajemen Rantai Pasok, dan Pemasaran Digital” yang didanai melalui […]

  • Umrah Mandiri Bisa Hilangkan 4,2 Juta Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Amphuri dan MUI

    Umrah Mandiri Bisa Hilangkan 4,2 Juta Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Amphuri dan MUI

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan pemerintah yang melegalkan umrah mandiri menuai beragam reaksi. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menilai aturan baru tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan sekitar 4,2 juta lapangan kerja di Indonesia yang selama ini bergantung pada industri perjalanan ibadah. Sekretaris Jenderal Amphuri, Zaky Zakariya, menjelaskan bahwa legalisasi umrah mandiri memungkinkan platform global […]

expand_less