Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Tanda Kiamat Makin Cepat Muncul dari Besi di Dalam Es Antartika

Tanda Kiamat Makin Cepat Muncul dari Besi di Dalam Es Antartika

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pencairan lapisan es di Antartika kembali memunculkan kekhawatiran baru terkait krisis iklim global. Penelitian terbaru mengungkap bahwa penyusutan es di Antartika Barat justru dapat melemahkan kemampuan Samudra Selatan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

Studi yang dimuat dalam jurnal Nature Geoscience menunjukkan bahwa pada periode hangat di masa lalu, meningkatnya jumlah gunung es yang terlepas dari Antartika Barat membawa sedimen kaya zat besi ke laut. Namun, pasokan zat besi tersebut tidak serta-merta meningkatkan pertumbuhan alga laut yang selama ini berperan penting dalam menyerap karbon.

Penulis utama studi, Torben Struve, menjelaskan bahwa zat besi yang terbawa oleh gunung es sebagian besar telah mengalami pelapukan kimia dalam waktu yang sangat lama. Kondisi ini membuat zat besi menjadi sulit larut dan tidak mudah dimanfaatkan oleh alga sebagai nutrien.

Padahal, di perairan sekitar Antartika, zat besi merupakan faktor pembatas utama pertumbuhan alga. Dalam penelitian sebelumnya, debu kaya zat besi yang terbawa angin selama zaman es terbukti mampu meningkatkan produktivitas alga dan memperbesar penyerapan karbon dioksida oleh laut.

“Biasanya, peningkatan pasokan zat besi di Samudra Selatan akan merangsang pertumbuhan alga, yang pada akhirnya meningkatkan penyerapan karbon dioksida oleh laut,” ujar Torben Struve dari University of Oldenburg, dikutip dari Scitechdaily, Selasa (3/2/2026).

Namun, temuan terbaru ini menunjukkan kondisi berbeda di wilayah selatan Front Polar Antartika. Analisis sedimen mengindikasikan bahwa sumber utama zat besi di kawasan tersebut bukan berasal dari debu, melainkan dari gunung es yang berasal dari Antartika Barat, terutama pada periode hangat antar-zaman es.

Para peneliti menilai temuan ini memperkuat bukti bahwa Lapisan Es Antartika Barat sangat sensitif terhadap kenaikan suhu global. Pada periode interglasial terakhir sekitar 130.000 tahun lalu, ketika suhu Bumi mendekati kondisi saat ini, wilayah tersebut diduga mengalami pencairan es dalam skala besar.

Jika pemanasan global terus berlanjut, kondisi serupa berpotensi terulang. Penyusutan es dapat mempercepat erosi batuan tua, sehingga pasokan zat besi ke laut semakin didominasi oleh bentuk kimia yang sulit dimanfaatkan organisme laut.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak zat besi yang masuk ke laut, tetapi dalam bentuk kimia seperti apa zat besi tersebut,” kata salah satu penulis studi, Gisela Winckler dari Columbia Climate School.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa penurunan kemampuan laut dalam menyerap karbon dioksida ini dapat menjadi umpan balik negatif yang mempercepat krisis perubahan iklim di masa depan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempercepat dampak ekstrem pemanasan global terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

    Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melancarkan serangan defensif terhadap Iran. Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir. Meski London menegaskan tidak terlibat dalam serangan ofensif […]

  • Harga Sembako di Jambi 29 Desember 2025: Mayoritas Stabil, Cabai dan Bawang Berfluktuasi

    Harga Sembako di Jambi 29 Desember 2025: Mayoritas Stabil, Cabai dan Bawang Berfluktuasi

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Senin (29/12/2025). Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar tidak mengalami perubahan signifikan menjelang akhir tahun. Stabilitas harga terlihat pada komoditas utama seperti beras, daging, minyak goreng, telur, ikan, tahu, […]

  • Eksperimen Taktik Patrick Kluivert Gagal Total, Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi

    Eksperimen Taktik Patrick Kluivert Gagal Total, Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Langkah berani Patrick Kluivert dalam mengubah formasi Timnas Indonesia menjadi 4-2-3-1 justru berujung petaka. Eksperimen taktik yang diharapkan membawa variasi serangan malah membuat lini pertahanan Garuda rapuh dan mudah ditembus saat menghadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Strategi baru Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia gagal total saat menghadapi Arab Saudi di […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar, Cabai Rawit Naik, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (14/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas pangan utama belum menunjukkan gejolak berarti, meski beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas beras, harga masih bergerak stabil. Beras Naruto dan Beras Belido masing-masing […]

  • Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Pupuk Kujang, Harga Pupuk Subsidi Turun hingga 20 Persen

    Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pabrik Pupuk Kujang, Harga Pupuk Subsidi Turun hingga 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek, Kamis (6/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli memastikan proses produksi dan operasional pabrik bisa lebih efisien sehingga harga pupuk subsidi dapat turun hingga 20 persen. “Saya hari ini berada di Pupuk Kujang yang dibangun tahun 1975, jadi sudah berusia 50 […]

  • Kendaraan di Tol Betung–Tempino–Ness Jambi Tembus 10.528 Unit per Hari

    Kendaraan di Tol Betung–Tempino–Ness Jambi Tembus 10.528 Unit per Hari

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di ruas Tol Betung–Tempino–Simpang Ness di Provinsi Jambi. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut tercatat meningkat signifikan. PT Hutama Karya mencatat sebanyak 10.528 kendaraan per hari melintas di ruas tol tersebut. Angka itu naik 25,35 persen dibandingkan trafik normal yang rata-rata hanya sekitar 7.860 kendaraan […]

expand_less