Breaking News
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

BRI Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik

  • account_circle -
  • calendar_month Sen, 15 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Perseroan turut berpartisipasi dalam fasilitas pembiayaan sindikasi senilai Rp 2,2 triliun untuk proyek strategis Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek Flyover Sitinjau Lauik menjadi salah satu infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), terutama karena kondisi jalur Padang-Solok yang selama ini dikenal ekstrem dengan tingkat kemiringan curam dan risiko kecelakaan yang tinggi.

Dalam kerja sama ini, BRI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners (JMLAB) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), dengan dukungan dari bank peserta lain seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan Bank Nagari.

Di saat wilayah Sumatera Barat tengah melakukan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, kehadiran proyek ini memberikan harapan baru bagi peningkatan keselamatan, kelancaran konektivitas, dan percepatan mobilitas masyarakat maupun logistik.

Flyover dengan panjang 2,774 kilometer tersebut memiliki nilai proyek mencapai Rp 2,739 triliun, dengan masa konstruksi sekitar 2,5 tahun dan masa operasi selama 10 tahun. Proyek ini mencakup pembangunan jalan dan jembatan (flyover), perencanaan teknis, hingga preservasi selama masa operasional.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam pembiayaan proyek ini merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“BRI memiliki kapasitas pendanaan yang kuat untuk masuk pada proyek-proyek KPBU dengan struktur yang bankable. Kami terus mengoptimalkan peran sebagai institusi keuangan yang mendukung penguatan konektivitas dan produktivitas nasional,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Riko juga mengapresiasi dukungan Kementerian PUPR serta peran PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PPI) yang membantu memastikan struktur pembiayaan dalam proyek ini berjalan prudent, terukur, dan sesuai standar tata kelola. Menurutnya, kelengkapan struktur pendukung tersebut menjadikan proyek ini memiliki tingkat kelayakan pembiayaan yang baik serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“BRI senantiasa menghadirkan solusi pembiayaan yang prudent, terukur, dan berorientasi pada manfaat sosial-ekonomi. Kami meyakini bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting untuk meningkatkan konektivitas, produktivitas, dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Melalui pembiayaan sindikasi Flyover Sitinjau Lauik, BRI berharap akses transportasi menuju dan dari kawasan Sumatera Barat dapat semakin aman dan efisien. Infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Selain memberikan dukungan pembiayaan, BRI juga menghadirkan layanan terintegrasi melalui BRI One Solutions untuk mendukung kebutuhan para pelaku usaha dan mitra terkait proyek. Layanan tersebut mencakup pengelolaan transaksi melalui Qlola, fasilitas Bank Garansi, Supplier/Vendor Financing, hingga Employee Benefits yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan memperlancar aktivitas bisnis.

Partisipasi BRI dalam proyek ini menjadi bukti konsistensi perseroan dalam mendukung program pembangunan pemerintah serta komitmen jangka panjang dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional.

“Melalui sinergi lintas lembaga dan pemanfaatan kapasitas pendanaan yang solid, BRI terus berperan aktif menghadirkan pembangunan yang inklusif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Riko.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Investor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benda Ini yang Mengganggu Energi Positif di Rumah?

    Benda Ini yang Mengganggu Energi Positif di Rumah?

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam praktiknya, feng shui tidak hanya berbicara soal tata letak furnitur, tapi juga tentang benda-benda yang disimpan di rumah. Sejumlah ahli feng shui menyebut, ada beberapa barang rumah tangga yang tanpa disadari dapat menghambat aliran energi positif dan memicu rasa tidak nyaman. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini 7 benda yang sebaiknya […]

  • Cuti Bersama Imlek 2026 di China Terpanjang dalam Sejarah

    Cuti Bersama Imlek 2026 di China Terpanjang dalam Sejarah

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menetapkan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2026 sebagai yang terpanjang dalam sejarah. Kebijakan ini membuat jutaan warga menikmati libur nasional selama sembilan hari penuh. Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026. Berdasarkan ketetapan pemerintah, libur Festival Musim Semi berlangsung mulai 15 hingga 23 Februari 2026, dengan aktivitas […]

  • Dirjen Bea Cukai Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Izin Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang

    Dirjen Bea Cukai Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Izin Impor Beras Ilegal 250 Ton di Sabang

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas masuknya 250 ton beras impor ilegal melalui Sabang, Aceh. Ia memastikan bahwa barang tersebut langsung disegel saat tiba di kawasan tersebut. “Impor beras ilegal yang pasti kita enggak mengizinkan itu. Makanya, ketika barang itu masuk, […]

  • Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sejumlah mata uang di Asia juga mengalami penguatan. Dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%. dolar Singapura […]

  • beras selundupan

    Setelah Aceh, Terungkap 40 Ton Beras Impor Selundupan Masuk ke Batam

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Belum lagi terungkap otak di balik impor ilegal beras dari Thailand ke Aceh, kasus serupa kembali terungkap. Kali ini sebanyak 40 ton beras impor ilegal masuk ke Batam. “Tadi malam ada laporan dari Batam, melalui (aplikasi) lapor Pak Amran menyampaikan bahwasannya ada beras yang sandar. Sandarnya jam 11 malam,” kata Menteri Pertanian Amran […]

  • Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa swasembada pangan di Indonesia bisa tercapai dalam 4 tahun mendatang. Tak hanya beras, target bebas impor juga diperuntukkan ke komoditas lain seperti jagung, gula hingga protein. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Di […]

expand_less