Bahlil Targetkan Lelang EPC Proyek Gas Raksasa Blok Masela Dimulai 2026
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- comment 0 komentar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10/2025)
JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proses lelang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek gas raksasa Abadi, Blok Masela, dapat dilakukan pada tahun 2026. Setelah lebih dari dua dekade perencanaan, proyek gas Blok Masela kini memasuki babak baru yang diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/10), Bahlil menjelaskan bahwa Inpex Masela Ltd., selaku operator proyek bersama Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela, saat ini tengah menyelesaikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) yang dimulai pada Agustus 2025.
“Ini salah satu blok ‘giant’ di Maluku. InsyaAllah tahun ini tender FEED sudah berjalan, dan kemungkinan besar tender EPC akan dimulai pada 2026,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, setelah tahap EPC rampung, proses lifting gas alam cair (LNG) dari proyek ini akan dikejar sesuai target yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek Abadi LNG diperkirakan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 10,5 juta ton setara LNG, yang terdiri atas 9,5 juta ton LNG per tahun serta pasokan gas pipa domestik. Selain itu, proyek ini juga akan memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.
Blok Masela diyakini akan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tempat proyek ini berlokasi sekitar 170–180 kilometer dari pesisir.
Proyek yang dioperasikan oleh Inpex ini juga dirancang dengan komponen Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060. Dengan karakteristik lapangan gas yang unggul dan cadangan yang melimpah, proyek ini diyakini dapat dikembangkan secara efisien dan berkelanjutan.
Proyek Abadi LNG ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Juni 2017 dan masuk dalam daftar proyek infrastruktur prioritas nasional sejak September 2017. Proyek ini memiliki kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) yang berlaku hingga 15 November 2055, mencakup area seluas 2.503 km² dengan kedalaman laut mencapai 400–800 meter. Inpex berharap proyek ini tak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar energi global, tetapi juga menyediakan pasokan energi bersih dan stabil bagi Indonesia, Jepang, serta negara-negara Asia lainnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar