AS-Israel Bunuh Bos Intelijen IRGC, Khamenei Muncul dan Ancam Serangan Balasan
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan respons atas insiden tersebut. Melalui media sosial X, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan terhadap Khademi.
JAMBISNIS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, tewas dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin (6/4/2026).
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan respons atas insiden tersebut. Melalui media sosial X, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan terhadap Khademi.
Dalam pernyataannya, Khamenei menyebut Khademi sebagai sosok yang telah mengabdikan hidupnya selama puluhan tahun di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan negara.
“Martir Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi telah berjuang tanpa pamrih di jalan Allah dan meraih berkah kesyahidan,” tulisnya.
Khamenei juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan metode yang ia sebut sebagai “terorisme Zionis” dalam operasi pembunuhan tersebut.
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memastikan akan melakukan serangan balasan besar-besaran. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi pembalasan telah disiapkan dengan nama “Pembalasan yang Menghancurkan”.
“Musuh harus tahu bahwa balasan keras menanti para pelaku kejahatan ini,” demikian pernyataan IRGC.
Khademi diketahui baru menjabat sebagai kepala intelijen IRGC setelah pendahulunya, Mohammad Kazemi, dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada pertengahan 2025 dalam konflik yang dikenal sebagai Perang 12 Hari.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar