Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Emmanuel Macron Serukan Dunia Tak Jadi ‘Kacung’ AS-China

Emmanuel Macron Serukan Dunia Tak Jadi ‘Kacung’ AS-China

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada negara-negara di dunia agar tidak menjadi “bawahan” dua kekuatan besar global, yakni Amerika Serikat dan China, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. Pernyataan itu disampaikan Macron saat kunjungannya ke Korea Selatan, di tengah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran yang belum mereda.

“Saya pikir tujuan kita bukan menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik. Kita tidak ingin bergantung pada dominasi China, juga tidak ingin terlalu terpapar ketidakpastian Amerika,” kata Macron dalam forum mahasiswa di Seoul.

Pernyataan Macron mencerminkan meningkatnya kegelisahan negara-negara Eropa terhadap dinamika kepemimpinan global AS, terutama di bawah Presiden Donald Trump.

Dalam beberapa waktu terakhir, Washington mendorong sekutu Eropa untuk terlibat lebih jauh dalam konflik melawan Iran. Namun, respons yang muncul justru cenderung dingin.

Tidak ada dukungan terbuka dari negara-negara Eropa terhadap rencana agresif AS, termasuk wacana pembukaan jalur strategis Selat Hormuz.

Sejumlah analis menilai kondisi ini sebagai indikasi melemahnya dominasi global AS yang selama puluhan tahun menjadi pilar utama tatanan internasional.

Pengamat hubungan internasional Carlo Norrlof menyebut jaringan keamanan global yang dibangun AS selama beberapa generasi kini menghadapi tekanan serius.

Menurutnya, sikap negara-negara sekutu yang mulai menjaga jarak dari konflik menunjukkan adanya pergeseran keseimbangan kekuatan dunia.

“Kita mungkin sedang menyaksikan berakhirnya supremasi global yang selama ini dianggap wajar oleh banyak warga Amerika,” ujarnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, menjadi ujian nyata bagi pengaruh global AS. Jalur tersebut merupakan salah satu titik vital distribusi energi dunia. Setiap eskalasi konflik berpotensi memicu dampak luas terhadap ekonomi global.

Namun, dalam situasi krisis yang semakin kompleks, kemampuan AS untuk mengendalikan dinamika geopolitik dinilai tidak lagi sekuat sebelumnya. Fenomena ini memperkuat pandangan bahwa dunia kini bergerak menuju sistem multipolar, di mana kekuatan global tidak lagi terpusat pada satu negara.

Macron melalui pernyataannya mendorong negara-negara untuk mengambil posisi independen dan tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan dua kekuatan besar. Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Eropa mulai mencari peran baru dalam peta geopolitik global yang terus berubah.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat perkotaan. Terbaru, proyek pembangunan rumah susun (rusun) akan segera dimulai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target konstruksi pada Mei 2026. Lahan yang digunakan merupakan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia seluas 1,61 hektare. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa proyek […]

  • Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim ilmuwan menemukan kawah meteorit modern terbesar di dunia yang berlokasi di tengah hutan perbukitan di China bagian selatan. Kawah raksasa yang diberi nama Kawah Jinlin ini menawarkan data penting untuk memahami sejarah tumbukan benda langit ke Bumi, sekaligus menjadi salah satu temuan geologi paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan ini dipublikasikan […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini 18 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Cerah Berawan, Kerinci Waspada Kabut

    Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini 18 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Cerah Berawan, Kerinci Waspada Kabut

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di Provinsi Jambi pada Selasa, 18 Agustus 2026, cukup beragam. Sejumlah wilayah diprediksi cerah hingga cerah berawan, sementara beberapa daerah lainnya berpotensi mengalami udara kabur hingga hujan ringan. Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca di wilayah Jambi hari ini didominasi cerah berawan, berawan, dan udara kabur. Di wilayah pegunungan, kondisi […]

  • Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

    Terbesar ke-3 di Dunia, Cadangan Emas Italia Tembus Rp4.974 Triliun

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Italia kini tengah menikmati keuntungan besar dari lonjakan harga emas dunia. Bank Sentral Italia (Bank of Italy) tercatat memiliki 2.452 ton emas, menjadikannya pemilik cadangan emas terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman. Dengan harga emas yang saat ini mencapai rekor tertinggi, nilai cadangan tersebut diperkirakan mencapai US$300 miliar atau sekitar […]

  • Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH ASN, Pembatasan Kendaraan Dinas hingga Perluasan CFD

    Strategi RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH ASN, Pembatasan Kendaraan Dinas hingga Perluasan CFD

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah merumuskan sejumlah kebijakan dalam kerangka transformasi budaya kerja nasional, yang juga dikombinasikan dengan kebijakan […]

  • Purbaya Ancam Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap Rp2,9 Miliar

    Purbaya Ancam Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap Rp2,9 Miliar

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membuka opsi mencopot Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, jika terbukti menerima suap sebesar Rp2,9 miliar. Pernyataan itu disampaikan menyusul mencuatnya nama Djaka dalam persidangan kasus dugaan korupsi impor yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo. “Kalau terbukti, ya harusnya dicopot,” kata Purbaya, Kamis, 21 Mei 2026. Nama […]

expand_less