Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Pelabuhan yang berada di Indonesia Timur
JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas usulan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point sebagai bagian dari penguatan instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia.
“Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM,” ujar Agus di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).
Agus menjelaskan bahwa jumlah NTM Indonesia saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan negara pesaing. Padahal, instrumen tersebut dapat digunakan untuk melindungi industri dalam negeri dan menjaga keberlanjutan lapangan kerja.
Ia mengungkapkan Indonesia hanya memiliki sekitar 207–209 NTM, dengan sekitar 30% di antaranya berkaitan langsung dengan sektor manufaktur. Sebagian besar lainnya diterapkan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.
Meski begitu, Agus menegaskan bahwa tujuan Kemenperin bukan menambah jumlah NTM, tetapi meningkatkan kualitas kebijakan agar lebih efektif menopang industri nasional. Salah satu usulan utama adalah kebijakan entry point, yaitu penetapan pelabuhan tertentu sebagai pintu masuk untuk komoditas tertentu.
“Kebijakan yang menetapkan pelabuhan tertentu untuk pintu masuk untuk barang tertentu ke Indonesia. Kita harap ke tiga pelabuhan di kawasan timur Indonesia, yaitu di Sorong, di Bitung, dan Kupang, hanya tujuh sektor yang memang kita anggap kita temui banjirnya produk-produk dari negara tertentu yang menciderai industri dalam negeri kita,” jelasnya.
Menurut Agus, kebijakan entry point tidak hanya menjadi alat pengendali impor dalam kerangka NTM, tetapi juga dapat menumbuhkan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas logistik.
“Konsep entry point bukan hanya yang jadi bagian NTM, dia bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal. Sektor pelayaran membutuhkan kapal-kapal lebih banyak, ada potensi pertumbuhan industri perkapalan kita akan tumbuh,” tutup Agus.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar