IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 2 jam yang lalu

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. IHSG melemah tajam 2,46% ke level 6.926 pada sesi I perdagangan Kamis (30/4/2026), dipicu tekanan jual di sektor komoditas.
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan sesi I, Kamis, 30 April 2026. Indeks ditutup melemah 174,67 poin atau 2,46% ke level 6.926,54.
Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 618 saham turun, hanya 95 saham menguat, dan 98 saham bergerak stagnan. Pelemahan merata di seluruh sektor, menandakan sentimen negatif yang luas di bursa.
Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam hingga 3,77%. Disusul sektor perindustrian yang merosot 3,21% dan sektor energi turun 2,77%. Koreksi tajam di sektor berbasis komoditas memperberat langkah indeks.
Nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp 11,27 triliun dengan volume perdagangan 23,46 miliar saham. Aktivitas tinggi ini mencerminkan aksi jual besar-besaran oleh pelaku pasar.
Di jajaran saham unggulan, tekanan paling dalam terjadi pada kelompok LQ45. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin penurunan dengan koreksi 10,17%. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul turun 6,44%, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 6,18%.
Sebaliknya, penguatan terbatas terlihat pada beberapa saham. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 3,69%, diikuti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 0,61%, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik tipis 0,32%.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan eksternal dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 17.382 per dolar AS. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
- Penulis: darmanto zebua


