Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis, Oversubscribed 6,8 Kali hingga Rp5,46 Triliun
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu

Ilustrasi aktivitas industri migas. PT Raharja Energi Cepu Tbk mencatatkan kelebihan permintaan signifikan dalam penerbitan obligasi dan sukuk 2026.
JAMBISNIS.COM – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan minat investor yang tinggi dalam penerbitan obligasi dan sukuk tahun 2026. Instrumen ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 6,8 kali dari target awal. Berdasarkan keterangan resmi perseroan, total permintaan investor dalam masa bookbuilding mencapai Rp5,46 triliun. Angka ini jauh melampaui target penghimpunan dana sebesar Rp800 miliar.
Minat pasar terlihat merata pada dua instrumen yang ditawarkan. Obligasi I mencatatkan permintaan sebesar Rp2,58 triliun atau 8,61 kali dari target Rp300 miliar. Sementara Sukuk Wakalah I menyerap permintaan Rp2,88 triliun, setara 5,76 kali dari target Rp500 miliar.
Perseroan menetapkan nilai final obligasi sebesar Rp300 miliar dalam dua tenor. Untuk tenor lima tahun, kupon ditetapkan sebesar 7,95 persen per tahun. Adapun tenor tujuh tahun menawarkan imbal hasil 8,50 persen per tahun.
Untuk sukuk, pembayaran imbal hasil dilakukan secara triwulanan. Instrumen ini memperoleh peringkat idA (Single A) dan idA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), mencerminkan tingkat risiko investasi yang relatif stabil.
Direktur RATU, Adrian Hartadi, menyatakan tingginya permintaan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan di sektor hulu migas.
“Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta memperkuat portofolio aset energi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Dana yang dihimpun akan digunakan untuk dua kepentingan utama. Pertama, pengembangan aset melalui pendanaan cash call di Wilayah Kerja Jabung dan Cepu. Kedua, refinancing atau pelunasan pinjaman bank guna memperkuat struktur permodalan.
RATU diketahui memiliki afiliasi dengan RAJA Group dan mengantongi kepentingan ekonomi di sektor hulu migas, yakni 8 persen participating interest di PSC Jabung serta 2,242 persen secara tidak langsung di PSC Cepu.
Lonjakan minat terhadap obligasi dan sukuk RATU menunjukkan likuiditas pasar obligasi korporasi masih kuat, di tengah dinamika suku bunga dan ketidakpastian global.
- Penulis: say say


