Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investor Asing Masih Lirik Indonesia

Investor Asing Masih Lirik Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan.

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyebut bahwa investor asing masih melihat peluang besar di dalam negeri, seiring dengan kondisi fundamental ekonomi yang dinilai cukup kuat.

“Di tengah gejolak global, Indonesia masih dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Data realisasi investasi menunjukkan porsi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I 2026 mencapai 50,1% dari total investasi nasional. Angka tersebut meningkat 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, Shinta mengingatkan bahwa karakter investor saat ini cenderung lebih selektif dan berhati-hati. Faktor risiko global hingga tantangan domestik menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Beberapa daya tarik utama Indonesia antara lain besarnya pasar domestik, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta peluang di sektor hilirisasi industri yang terus didorong pemerintah.

Di sisi lain, investor juga menaruh perhatian pada aspek kepastian hukum, efisiensi biaya logistik dan energi, serta kemudahan berusaha di lapangan.

Sementara itu, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi pada kuartal I 2026 mencapai Rp147,5 triliun, tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Investasi, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut kontribusi sektor hilirisasi mencapai 29,6% dari total investasi nasional yang sebesar Rp498,8 triliun.

Dari total tersebut, sektor mineral mendominasi dengan nilai Rp98,3 triliun, disusul hilirisasi perkebunan dan kehutanan sebesar Rp29,8 triliun, serta minyak dan gas bumi Rp17,7 triliun.

Sebagian besar investasi hilirisasi juga tercatat berada di luar Pulau Jawa, mencapai 75,5% atau sekitar Rp111,4 triliun, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru Terungkap! Al Haris Sebut BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Warga Jadi Antre di SPBU

    Baru Terungkap! Al Haris Sebut BBM Subsidi Disalahgunakan untuk Tambang Ilegal, Warga Jadi Antre di SPBU

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menyoroti keras praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dialihkan ke aktivitas tambang ilegal. Ia menegaskan bahwa distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan industri. Menurut Al Haris, pihaknya telah menerima laporan adanya oknum yang membeli BBM subsidi di SPBU untuk kemudian digunakan […]

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

  • Bahlil Laporkan Evaluasi IUP ke Prabowo, Pemerintah Siap Cabut Tambang Bermasalah

    Bahlil Laporkan Evaluasi IUP ke Prabowo, Pemerintah Siap Cabut Tambang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan hasil evaluasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memastikan akan mencabut izin tambang yang dinilai bermasalah, terutama yang berada di kawasan hutan. Bahlil mengatakan, evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden yang meminta penataan ulang seluruh IUP dalam […]

  • Makanan Segar Ini Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

    Makanan Segar Ini Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Salah satu hal terburuk tentang membeli buah dan sayuran segar adalah melihatnya membusuk di laci penyimpanan dan akhirnya membuangnya. Penyebabnya mungkin karena anda menyimpan buah atau sayur dengan cara yang tidak tepat, misalnya di dalam kulkas. Dalam siaran Eating Well yang terbit pada Jumat (13/3/2026), ada beberapa daftar makanan segar yang sebaiknya tidak […]

  • Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fakta mengejutkan terungkap dari bisnis bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pemerintah memastikan pasokan BBM jenis diesel yang dijual di SPBU Shell saat ini berasal dari PT Pertamina (Persero). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut kerja sama ini merupakan hasil fasilitasi pemerintah yang mulai dirintis sejak tahun lalu. “Itu […]

  • Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar maksimal 50 liter per hari untuk setiap kendaraan pribadi. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 melalui sistem digital berbasis aplikasi MyPertamina. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pembatasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran […]

expand_less