Meta PHK 8.000 Karyawan Akibat Biaya AI Membengkak
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Meta PHK 8.000 Karyawan.
JAMBISNIS.COM – Raksasa teknologi Meta Platforms mengambil langkah drastis dengan memangkas sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin membebani keuangan perusahaan.
Keputusan ini menegaskan tren baru di industri teknologi global, di mana investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI dan pusat data mulai berdampak pada efisiensi tenaga kerja. Meta menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penyesuaian struktur organisasi agar lebih ramping dan fokus pada pengembangan teknologi masa depan.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ini bukan hanya terjadi di Meta. Perusahaan teknologi besar lainnya seperti Microsoft juga melakukan langkah serupa dengan menawarkan program pensiun dini atau buyout kepada sekitar 7 persen karyawannya di Amerika Serikat, khususnya pada level manajemen menengah.
Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.
Selain itu, nama-nama besar seperti Amazon, Google, hingga Oracle juga tercatat telah melakukan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa waktu terakhir sebagai bagian dari strategi efisiensi.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan tersebut tetap agresif dalam berinvestasi pada AI. Diperkirakan, Meta bersama Amazon, Google, dan Microsoft akan menggelontorkan belanja modal hingga US$650 miliar pada 2026 untuk membangun pusat data dan mengembangkan model kecerdasan buatan yang lebih canggih.
Langkah efisiensi ini juga merupakan kelanjutan dari tren pascapandemi, di mana perusahaan teknologi sebelumnya melakukan ekspansi besar-besaran dalam perekrutan karyawan. Kini, penyesuaian dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dan tekanan biaya operasional.
Dari sisi pasar saham, tekanan mulai terlihat. Saham Microsoft dilaporkan turun sekitar 4 persen dalam perdagangan terbaru dan telah melemah sekitar 15 persen sejak awal tahun. Sementara itu, saham Meta cenderung bergerak stagnan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar