Selasa, 21 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

Makanan Pemicu Epilepsi pada Anak, Benarkah MSG Bisa Menyebabkan Kejang?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM –  Epilepsi pada anak tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga psikologis, baik bagi anak maupun orang tua. Kekhawatiran kerap muncul ketika kejang terjadi secara tiba-tiba, terutama saat anak sedang beraktivitas atau bermain.

Dalam upaya mencegah kekambuhan, sebagian orang tua mulai memperhatikan pola makan anak. Salah satu yang sering disorot adalah konsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), seperti mi instan dan camilan kemasan.

Seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya merawat anak dengan epilepsi sejak usia 6 tahun. Ia mengaku kesulitan mengontrol pola makan anaknya yang gemar mengonsumsi makanan instan.

“Setiap anak saya makan mi instan, biasanya keesokan harinya langsung kejang. Kalau makan camilan yang mengandung MSG juga sering kambuh,” ujarnya.

Meski demikian, secara medis, hubungan antara MSG dan kejang masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa zat aditif seperti MSG dapat memengaruhi sistem saraf, namun bukti ilmiah pada manusia masih terbatas.

Menurut Epilepsy Foundation, pemicu kejang pada penderita epilepsi dapat berbeda pada setiap individu. Makanan bukanlah penyebab utama, tetapi dalam beberapa kasus, zat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas saraf.

Selain MSG, beberapa jenis makanan lain juga disarankan untuk dibatasi, seperti makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpotensi memicu kejang pada sebagian penderita.

Di sisi lain, penderita epilepsi dianjurkan menerapkan pola makan seimbang. Asupan seperti protein tanpa lemak, buah dan sayur, serta lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Dalam beberapa kasus tertentu, diet khusus seperti diet ketogenik juga digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu mengurangi frekuensi kejang. Namun, penerapannya harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.

Secara umum, epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis dan penunjang seperti elektroensefalografi (EEG), serta pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.

Hingga saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengontrol kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Pemetaan UMKM Nasional, Begini Penjelasan BPS

    Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Pemetaan UMKM Nasional, Begini Penjelasan BPS

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) RI akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk memetakan kondisi riil pelaku usaha di Indonesia, terutama sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Pranata Humas Ahli Muda BPS Kunti Puspitasari mengatakan, UMKM selama ini menjadi mayoritas unit usaha sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar […]

  • Rupiah Terpukul, Segini Nilainya Pagi Ini

    Rupiah Terpukul, Segini Nilainya Pagi Ini

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah. Pada perdagangan pagi ini, Selasa (24/2/2026), rupiah bergerak melemah 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.835 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.802 per dolar AS. Pelemahan terjadi seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu sikap risk-off di pasar global. Pelemahan mata […]

  • Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

    Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan komitmen Indonesia untuk menerapkan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices/GRP) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang transparan dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC Structural Reform Ministerial Meeting/SRMM) yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, pada Rabu (22/10/2025). Dalam […]

  • Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi terus memperkuat fondasi pembinaan atlet muda. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui coaching clinic catur bersama FIDE Master (FM) Rian Kapiraga yang digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC), Sabtu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan atlet catur junior dari berbagai kabupaten dan kota […]

  • KLH: Ada Dugaan Keterlibatan 8 Perusahaan Perusak lingkungan di Batang Toru, Sumatra Utara

    KLH: Ada Dugaan Keterlibatan 8 Perusahaan Perusak lingkungan di Batang Toru, Sumatra Utara

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menelusuri dugaan keterlibatan delapan perusahaan yang beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatra Utara, setelah banjir besar menyeret kayu gelondongan ke permukiman warga. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memastikan pemanggilan seluruh perusahaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Hanif, analisis citra satelit pascabencana menunjukkan […]

  • Yusril Tegaskan WNI Masuk Militer Asing Tak Langsung Kehilangan Status Warga Negara

    Yusril Tegaskan WNI Masuk Militer Asing Tak Langsung Kehilangan Status Warga Negara

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan dinas militer negara asing tidak otomatis kehilangan status kewarganegaraan Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyusul munculnya pemberitaan terkait sejumlah WNI yang dikabarkan menjadi anggota militer asing. Di antaranya adalah […]

expand_less