Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi 112 Persen, Ajak Masyarakat Hemat Energi
- account_circle say say
- calendar_month 48 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Gedung Pertamina
JAMBISNIS.COM – Pertamina mencatat capaian positif dalam upaya dekarbonisasi dengan realisasi penurunan emisi sebesar 354.609 ton CO₂e hingga Februari 2026. Angka tersebut setara 112 persen dari target periode berjalan. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan efisiensi energi di seluruh lini bisnis, baik hulu maupun hilir.
“Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam transisi menuju energi bersih. Namun, keberlanjutan energi juga membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi dan efisiensi operasional perusahaan. Peran masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak juga dinilai sangat penting.
Menurut Baron, perilaku hemat energi dapat memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi.
Kontribusi penurunan emisi berasal dari seluruh subholding Pertamina. Subholding Upstream mencatat kinerja terbesar, disusul Subholding Downstream dan Subholding Gas. Sementara itu, unit Pertamina New & Renewable Energy turut memperkuat upaya melalui pengembangan energi baru terbarukan dan elektrifikasi operasional.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan kebijakan internal seperti penetapan harga karbon internal serta pengembangan proyek rendah karbon. Strategi bisnis pun kini mengintegrasikan prinsip keberlanjutan untuk mendukung target NZE 2060.
Sepanjang 2026, Pertamina menargetkan total pengurangan emisi sebesar 1.962.156 ton CO₂e. Berbagai langkah strategis terus dilakukan, termasuk efisiensi penggunaan gas di sektor hulu hingga optimalisasi teknologi di sektor hilir.
Pada sektor hilir, pembaruan sistem seperti APC Boiler serta pemanfaatan biofuel dan pembangkit listrik tenaga surya mulai diimplementasikan di sejumlah fasilitas operasional.
Tak hanya itu, Pertamina juga mengembangkan program Desa Energi Berdikari untuk mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian energi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Dalam aspek keberlanjutan, Pertamina juga mempertahankan peringkat ESG Risk Rating pada kategori medium berdasarkan penilaian Sustainalytics, serta menempati posisi pertama dari 54 perusahaan minyak dan gas terintegrasi global.
Pertamina pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kebiasaan hemat energi.
“Penggunaan energi secara bijak merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung ketahanan energi dan target Net Zero Emission 2060,” kata Baron.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar