Rabu, 15 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Anjlok 0,91% ke 7.118 pada 2 April 2026, Sektor Industri Paling Tertekan

IHSG Anjlok 0,91% ke 7.118 pada 2 April 2026, Sektor Industri Paling Tertekan

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Hingga pukul 09.09 WIB, IHSG tercatat turun 65,495 poin atau 0,91% ke level 7.118,943. Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan yang melanda hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor perindustrian menjadi yang paling tertekan dengan penurunan hingga 2,29%, menjadikannya sektor dengan koreksi terdalam pagi ini.

Selain itu, sejumlah sektor lain juga mengalami pelemahan, di antaranya sektor barang baku, infrastruktur, teknologi, dan energi. Tekanan juga berlanjut ke sektor barang konsumen non-primer, transportasi dan logistik, serta properti dan real estate.

Sektor barang konsumen primer dan keuangan turut berada di zona merah, mempertegas sentimen negatif yang mendominasi pasar saham domestik pada awal perdagangan hari ini.

Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mampu mencatatkan penguatan, dengan kenaikan tipis sebesar 0,27%.

Dari jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah saham mencatatkan penurunan signifikan. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi top losers setelah turun 5,45%. Disusul PT Alamitri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang melemah 4,23%, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 3,77%.

Sementara itu, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan di tengah pelemahan pasar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin top gainers dengan kenaikan 3,53%. Kemudian PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,41%, dan PT Medco Energi Indonesia Tbk (MEDC) menguat 2,08%.

Pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berfluktuasi. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor juga menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan indeks.

Investor saat ini cenderung bersikap hati-hati sambil menanti sentimen global dan arah kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi pasar keuangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Pisang Baik untuk Asam Lambung? Ini Penjelasan Lengkapnya

    Benarkah Pisang Baik untuk Asam Lambung? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Buah pisang dikenal sebagai salah satu makanan yang aman dikonsumsi penderita GERD. Selain mudah ditemukan, pisang juga dinilai mampu membantu meredakan gejala asam lambung yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit asam lambung terjadi ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini sering menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), […]

  • Performa Positif, Rupiah Kembali Menguat Jadi Rp17.155

    Performa Positif, Rupiah Kembali Menguat Jadi Rp17.155

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi. Kurs rupiah menunjukkan performa positif di awal pekan dengan mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan penutupan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru dari Antara, nilai tukar rupiah hari ini menguat 34 poin atau sekitar 0,20 persen. Saat ini, rupiah berada di level […]

  • Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

    Peneliti UGM Ungkap Penyebab Utama Banjir Bandang di Sumatra

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 tak hanya dipicu curah hujan ekstrem. Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, mengungkap faktor lain yang tak kalah penting: kerusakan ekosistem hutan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurut Hatma, hutan di wilayah […]

  • Kemnaker Buka Sertifikasi K3 Gratis 2026, Kuota 2.100 Peserta Dibuka 6–12 April

    Kemnaker Buka Sertifikasi K3 Gratis 2026, Kuota 2.100 Peserta Dibuka 6–12 April

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan kembali membuka program pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum secara gratis untuk masyarakat. Program ini merupakan batch kedua pada 2026 dengan kuota sebanyak 2.100 peserta dari seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 6 hingga 12 April 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program ini bertujuan memperluas akses pekerja dalam […]

  • Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Jambi, BPS: Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

    Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Jambi, BPS: Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BPS Provinsi Jambi, Jumat (26/6/2026), sebagai langkah awal pengumpulan data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Pencanangan dihadiri Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Ketua […]

  • OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

    OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional mempertegas komitmen mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan memperkuat manajemen risiko iklim dan ketahanan sektor keuangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis. Forum […]

expand_less